Masyarakat Keluhkan Banyaknya Gundukan Tanah Sisa Galian Proyek di Jalan Protokol di Medan


98 view
Foto SIB/Firdaus Peranginangin
Sisa Galian Proyek:  Masyarakat Kota Medan merasa resah banyaknya gundukan tanah sisa-sisa galian proyek dibiarkan di sejumlah jalan protokol di Kota Medan, seperti Jalan Sudirman,  Jalan S Parman dan Jalan Mongonsidi sekitar jembatan Babura, karena sangat mengganggu pengguna jalan, Sabtu (21/11/2020).
Medan (SIB)
Politisi senior Sumut HM Nezar Djoely ST menerima keluhan masyarakat Kota Medan terkait banyaknya gundukan tanah sisa-sisa galian proyek di sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Sudirman, Jalan S Parman dan Jalan Mongonsidi sekitar jembatan Babura Medan, karena sangat mengganggu pengguna jalan.
"Sisa-sisa tanah galian proyek pembuatan drainase ataupun proyek pengerukan kabel yang dimasukkan ke dalam goni dan dibiarkan menumpuk di jalan, sangat membahayakan pengguna jalan. Tumpukan tanah ini harus segera dibersihkan," ujar Nezar Djoely kepada wartawan, Sabtu (21/11/2020) melalui telepon di Medan.
Selain membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, ujar mantan anggota DPRD Sumut ini, gundukan tanah juga menyebabkan terjadinya kemacetan lalu-lintas. Padahal saat pandemi Covid-19 ini kendaraan bermotor tidak terlalu padat, seharusnya tidak menimbulkan kemacetan di kawasan tersebut.
Menyikapi hal itu, Nezar meminta aparatur Pemko Medan mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan agar menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal untuk memberikan teguran kepada pimpinan proyek yang sengaja membiarkan tumpukan tanah atau sisa-sisa bekas galian drainase di pinggir jalan.
"Walaupun saat ini dalam situasi Pilkada di Kota Medan, sebaiknya seluruh aparatur pemerintahan di Pemko Medan harus tetap memiliki tanggung-jawab terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya, agar jangan sampai mengganggu masyarakat dalam melakukan aktivitasnya," tandas Nezar.
Bahkan Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas meminta Pjb Wali Kota Medan dan Sekda Kota Medan memerintahkan jajarannya untuk segera membersihkan tumpukan tanah maupun gundukan tanah sisa galian drainase di sejumlah jalan protokol tersebut, jangan sampai menimbulkan korban jiwa terhadap pengguna jalan.
"Yang paling disesalkan, tumpukan tanah yang sudah dimasukkan ke dalam karung depan Rumah Dinas Gubernur Sumut juga sampai saat ini belum dibersihkan, sehingga sangat mengganggu arus lalu-lintas dan keindahan kota," katanya.
Di akhir keterangannya, Nezar mengigatkan, siapapun nantinya terpilih menjadi Wali Kota/Wakil Wali Kota Medan pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, hendaknya tetap memperhatikan kebersihan Kota Medan dan semaksimal mungkin jangan jadikan sisa-sisa proyek dibiarkan menumpuk membahayakan masyarakat.(*)

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com