Menuju New Normal, RS Pirngadi Medan Buka Kembali Layanan Operasi Elektif


246 view
Menuju New Normal, RS Pirngadi Medan Buka Kembali Layanan Operasi Elektif
Foto SIB/Leo Bukit
RSUD Dr Pirngadi Medan 
Medan (SIB)
Menuju New Normal di Provinsi Sumut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan membuka kembali tindakan operasi elektif atau terjadwal mulai tanggal 1 Juli 2020.

Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan MKes SpPD Finasim mengatakan pembukaan operasi elektif ini dalam rangka adaptasi kehidupan baru.

"Sudah dibuka kembali operasi elektif atau terjadwal, seperti operasi tumor atau kanker dan lainnya. Kemarin ditunda, karena RS fokus menangani pasien Covid-19 dan tenaga medis terpapar Covid-19. Kemudian, ada permintaan dari organisasi profesi makanya operasi elektif ditunda," kata Suryadi Panjaitan kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Saat ini, lanjutnya, jumlah pasien rawat jalan mulai kembali meningkat dibanding saat awal pandemi Covid-19.

"Kemarin situasi Covid-19 tidak hanya menimpa RS, tapi semua lini. Apalagi, RS Pirngadi jadi RS rujukan Covid-19 darurat dan masyarakat jadi takut berobat karena kita merawat pasien Covid-19," imbuhnya.

Selain tertular Covid-19, kekhawatiran masyarakat berobat ke RS takut juga divonis Covid-19. Namun, Wadir Pelayanan Medik dr Rushakim Lubis SpOG mengatakan, untuk menyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, berdasarkan anamnesis dan gejala pasien.

"Kalau pasien mengalami susah menelan, batuk, demam dan gejala lainnya, ditambah photo thorax, jika ada pneumonia maka ditegakkan dia dalam PDP, lalu dilanjutkan rapid tes kalo reaktif, baru diswab kalau positif jelas dia konform pasien Covid-19," tambahnya.

Terpisah, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom mengatakan pihaknya belum membuka tindakan operasi elektif kepada pasien.

"Begitupun, jika pasien yang sudah terjadwal operasi, kondisinya drop, bisa datang ke IGD. Kalau memang diperlukan tindakan operasi segera atau sifatnya emergency, maka dilakukan operasi," imbuhnya.

Sebab, lanjutnya, perkembangan penyakit seseorang bisa saja berubah sewaktu-waktu. "Jadi tetap kami tekankan seperti itu. Jadi operasi elektif masih belum dilakukan. Penundaan operasi elektif karena berbagai hal, salahsatunya imbauan Kemenkes dan organisasi profesi," tambahnya. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Robert@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com