Musda FSPTI KSPSI Sumut di Rantauprapat, Diikuti 26 DPC


679 view
Foto SIB/Efran Simanjuntak
MUSDA: Ketum DPP FSPTI-KSPSI Surya Bakti Batubara, Sekjen Edward, Ketua DPD Sumut Sabam Manalu dan Ketua DPC Labuhanbatu H Abdul Rahman Rambe foto bersama ketua-ketua DPC se-Sumut, setelah membuka Musda VI FSPTI-KSPSI Provinsi Sumatera Utara, Rabu (4/11) malam, di Hotel Permata Land Jalan Ahmad Yani Rantauprapat.
Rantauprapat (SIB)
Ketua Umum DPP Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI), Surya Bakti Batubara membuka musyawarah daerah (Musda) FSPTI-KSPSI Provinsi Sumatera Utara di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (4/11/2020) malam. Musda VI ini berlangsung hingga Kamis, di Hotel Permata Land Jalan Ahmad Yani, dijaga ketat Polres Labuhanbatu.

Musda VI DPD FSPTI-KSPSI Sumatera Utara bertajuk Maju Terus Pantang Mundur, itu diikuti 26 DPC FSPTI-KSPSI se-Sumut, yaitu DPC Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Sibolga, Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdangbedagai, Batubara, Asahan, Simalungun, Labuhanbatu, Labusel, Labura, Padanglawas Utara, Padanglawas, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Dairi, Karo dan DPC Khusus KIM.

Ketum DPP FSPTI-KSPSI Surya Bakti Batubara dalam sambutannya menyebut punya kenangan di Rantauprapat, ketika dikepung Abdul Rahman Rambe dan Agus Bukit, beberapa tahun lalu.

"Dulu mereka belum tahu jalur mana yang benar. Tetapi seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka paham," sebutnya.

Dia mengaku bangga DPD Sumut telah memiliki 26 DPC kabupaten/kota, walau ada riak-riak yang ingin mengacaukan keberadaan FSPTI-KSPSI. Tapi itu hanya terjadi di Sumut. Kalau di provinsi lain tidak ada seperti ini.

"FSPTI-KSPSI ini milik kita bersama, bukan milik Sabam Manalu atau milik Surya Bakti Batubara. Untuk itu harus kita kembangkan dengan satu komando dan satu tujuan, mari kita berbenah," tegasnya.

"Besok Kamis kita akan mengadakan pemilihan Ketua DPD FSPTI-KSPSI Sumatera Utara, siapapun yang terpilih, semuanya harus melalui mekanisme serta peraturan organisasi dan wajib kita dukung karena itu pilihan kita," pesannya.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan konsekuensi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mengharuskan pekerja berpacu meningkatkan keterampilan, profesionalitas dan standar kompetensi bidang pekerjaan.

“Ke depan akan banyak bidang pekerjaan yang membutuhkan kompetensi dari pemberlakuan sertifikasi. Kita harus ikut serta, jika tidak ingin tergilas tenaga asing. Maka kita minta DPD FSPTI-KSPSI Sumut terus melakukan pendidikan pelatihan kepada anggota dan pengurus yang diberi sertifikat. Jadi, untuk menjadi ketua PUK harus yang memiliki sertifikat. Tidak bisa lagi ujuk-ujuk jadi ketua,” ujar Surya Bakti.

Anggota FSPTI yang mayoritas bekerja di bidang transportasi sektor non-formal atau non-majikan, terutama tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan, harus siap menghadapi era industrialisasi yang sedang tren mengganti tenaga manusia dengan mesin berat.

Pada kesempatan itu, Surya Bakti juga menginformasikan hingga saat ini baru FSPTI yang terdata di KSPSI sebagai serikat pekerja anggota (SPA) yang bergerak di bidang transportasi.

“Dalam rapat pleno DPP dan MPO KSPSI tentang keberadaan organisasi baru yang ingin menjadi SPA, diputuskan belum diterima sebagai anggota SPA. Sebab keberadaan organisasi baru itu lingkupnya sama dengan FSPTI, sehingga dikhawatirkan akan terjadi benturan sesama anggota KSPSI di lapangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Provinsi Jambi Natal Parlindungan Hutabarat mewakili undangan, menyampaikan dalam musyawarah pemilihan ketua satu organisasi, siapa saja yang punya kemampuan boleh menjadi pemimpin, dengan mengikuti mekanisme, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

"Yang terpenting, jangan ada pengkhianat. Mari kita sama-sama membesarkan organisasi ini. Di sinilah kita belajar dari yang tidak kita tahu menjadi tahu," sebut Sekjen DPP, Edward.

Katua DPD Sumut Sabam Parulian Manalu, menyebut Musda VI ini dilaksanakan lebih cepat, supaya semua pengurus dan anggota satu arah. "Jangan ada yang ke Utara, ke Selatan, tetapi kita harus bersatu dan tidak terpecah belah," ujar Sabam Manalu.

Dia mengakui Musda ini terlaksana atas kerja keras panitia dan adanya jaminan keamanan dari Polres Labuhanbatu. "Terimakasih kepada panitia dan pihak kepolisian, saya sangat mengapresiasi Kapolres AKBP Deni Kurniawan beserta jajarannya," ujar Sabam.

Sabam menyebut pihaknya telah menyurati instansi terkait dan unsur pimpinan daerah, sehubungan keberadaan SPA di Sumut. Dia juga menegaskan tidak ada organisasi baru menjadi federasi di KSPSI Sumut.(*)

Penulis
: Efran Simanjuntak
Editor
: Robert@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com