Organda Labusel Keluhkan Proyek Tambal Sulam Jalinsum Sisumut-Tolan


631 view
Organda Labusel Keluhkan Proyek Tambal Sulam Jalinsum Sisumut-Tolan
Foto: Rudi Afandi Simbolon
Hindari potongan aspal: Sejumlah kendaraan yang melintas di Jalinsum Simpang Proyek Desa Sisumut-Pekan Tolan, menghindari badan jalan yang telah dipotong-potong pelaksana proyek dan dibiarkan selama sebulan lebih, Kamis (8/10/2020).

Kotapinang (SIB)

Dalam sebulan terakhir, pengendara khususnya angkutan umum dibuat kewalahan saat melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Sisumut-Pekan Tolan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel.

Salah satu yang mengeluhkan kondisi tersebut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Labusel, Abdullah MN Situmorang. Kepada wartawan, Kamis (8/10/2020), Abdullah mengaku sangat terkejut melihat pengerjaan proyek jalan nasional itu yang terkesan tidak profesional.

Dikatakan, proyek perbaikan jalan nasional dengan cara tambal sulam yang sedang dikerjakan di ruas jalan itu, mulai dari Simpang Proyek, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang hinga Simpang Air Merah, Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampungrakyat, membuat lalu lintas terganggu, bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pasalnya, sebut dia, sudah satu bulan lebih, kondisi badan jalan yang telah di potong-potong masih belum dilapisi aspal, sehingga mengganggu aktivitas lalu lintas di sepanjang lebih kurang 2 kilometer ruas jalan tersebut.

Menurutnya, pemotongan badan jalan rusak di kawasan itu menciptakan lubang-lubang cukup dalam dan panjang. Parahnya, lubang-lubang itu hanya dibiarkan begitu saja tanpa pengaman dan papan pemberitahuan, sehingga kerap menimbulkan kemacetan dan perselisihan sesama pengemudi.

Lambatnya penambalan ulang badan jalan yang dibongkar, kata dia, membuat kawasan itu menjadi rawan kemacetan. Parahnya lagi, dalamnya lubang pengorekan membuat lokasi proyek menjadi rawan kecelakaan lalu lintas.

"Sering kali pengendara nyaris celaka, karena berupaya memilah badan jalan yang masih bagus untuk dilintasi. Sopir angkutan umum mengeluh kepada kami, karena mereka membuang waktu cukup lama saat melintas di kawasan itu. Belum lagi kerusakan kendaraan yang ditimbulkan," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Labusel itu, mendesak Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Sumut untuk memberi peringatan kepada rekanan karena sembrono dalam mengerjakan proyek. Dia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pemberitahuan aksi damai ke Polres Labuhanbatu untuk menimbun badan jalan dan lubang pondasi proyek, karena merugikan masyarakat.

"Kita akan timbun seluruh lubang tersebut. Harusnya dalam satu kali 24 jam rekanan sudah menimbun lubang tersebut agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Jangan mentang-mentang ini proyek nasional mereka jadi suka-suka," katanya.

Abdullah pun curiga proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Sebab pada titik lain proyek tersebut yang baru selesai dikerjakan, tepatnya di Jalinsum-Gunung Selamat (Pematang Seleng), Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kini sudah mengalami kerusakan kembali.

"Kabarnya proyek ini dalam pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, kami minta agar segera dikroscek, karena pada beberapa titik yang sudah selesai dikerjakan beberapa waktu lalu, kini sudah rusak kembali," katanya.

Pengamatan wartawan, saat ini tidak ada lagi pekerja atau pun alat berat yang melakukan aktivitas di ruas jalan itu. Tidak seorang pun pihak yang dapat dikonfirmasi terkait proyek puluhan milyar yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2020 tersebut. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Robert@hariansib.com/donna@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com