PT Natour Hotel Indonesia Re-Brending Tiga Hotel di Indonesia

*Inna Parapat Hotel Diganti Menjadi KHAS Parapat

131 view
Foto SIB/Linggom Parhusip
LAUNCHING: Direktur Operasional PT Hotel Indonesia Natour Seno Andhikawanto dan Manager KHAS Parapat Domu Siregar dan undangan ketika mengikuti lounching nama baru Inna Hotel Parapat secara virtual di Hall KHAS Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (8/4/2021).
Parapat (harianSIB.com)

PT Natour Hotel Indonesia saat ini mengganti tiga nama dan logo hotel di Indonesia salah satunya Inna Parapat Hotel diganti menjadi 'KHAS Parapat' yang terletak di Kawasan Strategis Pariwisata Nasionasil Danau Toba Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun.

"KHAS Parapat merupakan wajah baru Inna Parapat dalam menyambut tantangan bisnis ke depansebagai hotel yang memiliki sejarah dan perjalanan panjang, yang melaksanakan kegiatan operasionalsejak tahun 1911, dan selama ini dikenal sebagai hotel terdepan di kawasan Danau Toba. Saat ini Inna Parapat Hotel secara resmi mengenalkan logo baru dan bertransformasi menjadi KHAS Parapat," kata Direktur Operasi PT Natour Hotel Indonesia Seno Andhikawanto pada peluncuran tiga nama hotel BUMN di Indonesia secara virtual di Inna Parapat Hotel, Kamis (8/4/2021).

Ia mengatakan, pengenalan nama dan logo baru tersebut dilakukan sejalan dengan transformasi PT Hotel IndonesiaNatour (Persero)/Hotel Indonesia Group yang saat ini menjadi bagian dalam program integrasi nilai hotel BUMN atau program Holding Hotel BUMN akan mengembangkanjaringan hotel milik BUMN yang mengedepankan layanan dengan keramahtamahan khas Indonesiaserta mengangkat berbagai kearifan lokal dengan standar internasional.

Branding baru Inna Hotel Parapat menjadi KHAS Parapat diambil berdasarkan filosofi Khas yang merupakan sesuatu ciri ataukarakteristik yang khusus dan teristimewa dari suatu hal yang tidak dimiliki oleh daerah lain. "Khas menjadisebuah nama yang bermakna mengangkat arti dari ciri, karakteristik yang kuat dari masing masingbudaya yang direpresentasikan.

Dijelaskannya, disain KHAS Parapat menggunakan warna dan aplikasi yang vibrant, unik, freshdan tanpa menghilangkan kesan bersejarah serta kontemporer. Elemen grafis yang digunakan adalahilustrasi yang menceritakan aktivitas sehari-hari masyarakat lokal, seperti kesenian dan hobi dan motifornamen disesuaikan dengan kerajinan dan kesenian budaya lokal.

"Nama KHAS Parapat mencerminkan identitas serta semangat baru yang akan menjadi tahapan dan tonggakbaru manajemen dalam menyambut perjalanan dan tantangan bisnis ke depan," katanya.
Direktur Utama PT HIN Iswandi Said saat peluncuran nama dan logo baru hotel yang diwakiliDirektur Operasi PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Seno Andhikawanto secara virtual menyampaikan perubahan nama dan logo (branding) hotel Inaya Putri Bali menjadi Merusaka Nusa Dua Bali, Grand Inna Padang diganti menjadi Truntum Padang dan Inna Hotel Parapat menjadi KHAS Parapat merupakan tahapan untuk mengembangkan jaringan hotel Indonesia bertaraf internasional dengan harapan tahun 2025 ditargetkan akanmengelola lebih dari 100 hotel milik BUMN yang beberapa hotel milik swasta".

Selain perubahan nama dan logo, kata Seno, pihaknya juga saat ini fokus dalam pembenahan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena kunci dari industri hospitality merupakan pelayanan setiap karyawan di hotel. "Hal ini juga selaras dengan dukungan pemerintah yang sangatconcern untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba menjadikan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk mentuntaskan visi dari program holding hotel BUMN agar industri perhotelan dan pariwisata bisasemakin mendunia dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

General Manager KHAS Parapat, Domu Siregar menyampaikan Khas Parapat menjadi perhatian bagi turis internasional, salah satunyaadalah Raja Belanda Williem Alexander dan Ratu Maxima Zorrequieta Cerruti. Sehingga memiliki nilai sejarah. Dan saat ini KHAS Parapat telah ditata sedemikian rupa dan mengikuti standar internasional sertifkat CHSE dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang baik dan benar.(*)

Penulis
: Linggom Parhusip
Editor
: Robert
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com