Pakar Pendidikan Sebut Pemprov Sumut Harus Lakukan Pemetaan Pendidikan Selama Belajar Daring


164 view
Foto Dok/Dr Irsan Rangkuti MPd MSi
Dr Irsan Rangkuti MPd MSi
Medan (SIB)
Pakar Pendidikan Sumut Dr Irsan Rangkuti MPd MSi mengatakan, sudah setahun berlalu pandemi Covid-19 yang mengharuskan anak didik belajar dengan sistem daring atau Belajar Dari Rumah (BDR), sehingga Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko seharusnya melakukan pemetaan dan menginformasikan perkembangannya kepada masyarakat.

"Untuk menjawab kekhawatiran para orangtua tentang kehilangan kemampuan belajar dari rumah atau sistem daring terhadap anak didik, Pemprov Sumut perlu melakukan pemetaan dan menginformasikan perkembangan BDR kepada masyarakat secara rutin," ujar Irsan Rangkuti kepada wartawan, Senin (1/3/2021), di Medan.

Hal itu disampaikan Irsan menanggapi pernyataan anggota DPRD Sumut Poaradda Nababan, terkait adanya potensi 1,6 juta anak-anak di Sumut mengalami kehilangan kemampuan belajar atau learning loss pasca belajar daring atau BDR.

"Masyarakat ingin memiliki informasi yang jelas, apakah anak-anak mengalami learning loss sampai 50 persen pada saat belajar sistem daring ini, seperti yang dikhawatirkan oleh anggota DPRD Sumut tersebut,” jelasnya.

Menurut Irsan Rangkuti, kehilangan kesempatan dan kemampuan belajar di kalangan peserta didik, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, akibat adanya pandemi Covid-19 hal yang lumrah. Tapi perlu disampaikan kepada masyarakat luas, guna dicari solusi terbaiknya.
“Sebagaimana kita ketahui, proses belajar siswa secara tatap muka seperti dulu semasa situasi normal atau belum ada Covid-19, tidak mungkin lagi kita lakukan di sekolah saat ini. Anak-anak belajar dalam kondisi darurat dengan dukungan yang terbatas dari guru,” katanya.

Meskipun ada kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan guru melalui sistem jarak jauh, ujar Irsan, tentu kondisi ini membuat kemampuan belajar anak menurun sehingga sangat dibutuhkan pemetaan menjawab kekhawatiran semua pihak tentang learning loss yang dialami peserta didik.

"Selain learning loss, belajar dari rumah juga berdampak secara ekonomi, karena ada sesuatu yang hilang dalam proses peningkatan sumber daya peserta didik," ujarnya.

Ia juga berharap Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko se-Sumut untuk bekerjasama dengan masyarakat melakukan pemetaan, termasuk perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga yang peduli terhadap pendidikan bermartabat di Sumut.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com