Pasar Murah Terjadi Penumpukan, Warga Minta Panitia Gunakan Konsep Drive Thru


228 view
Pasar Murah Terjadi Penumpukan, Warga Minta Panitia Gunakan Konsep Drive Thru
Dok/Chom
DRIVE THRU: Model drive thru yang digunakan Kampoeng Ramadan UMKM untuk diadopsi di Pasar Murah yang tengah berlangsung, Rabu (20/5/2020).
Medan (SIB)
Hingga berakhirnya bulan Ramadan, Indonesia masih dilanda Covid-19. Beberapa kegiatan sebagai upaya pemulihan ekonomi diadakan mengingat menjelang lebaran berbagai kebutuhan masyarakat ikut meningkat.

Gelaran milik pemerintah seperti Kampoeng Ramadan dan Pasar Murah menjadi harapan berbagai kalangan. Sayangnya, di antara acara mengundang kekecewaan, karena saat gelaran berlangsung terjadi penumpukan atau kerumunan.

"Niat pemerintah baik membantu masyarakat yang saat ini ekonominya serba sulit, tapi terjadi penumpukan massa. Harusnya bisa lebih diatur lagi bagaimana acara berlangsung mengikuti protokol kesehatan," kata Putri, warga Medan Amplas kepada wartawan, Rabu (20/5/2020) yang ingin ikut mengantre membeli sembako murah di Pancing sebelum ditutup.

Konsep drive thru (melayani pelanggan yang menunggu di kenderaannya) yang sudah digelar di Kampoeng Ramadan, lanjut Putri seharusnya bisa juga diadopsi di Pasar Murah, atau bisa juga dengan konsep yang lebih baik lagi. "Koordinasi aja kali yang di lapangan, saya sebelumnya sudah berkunjung ke Kampoeng Ramadan UMKM dan melihat di sana, bagus juga konsepnya," ujarnya.

Konsep drive thru memang cukup baik untuk hindari kerumunan, hal ini juga diakui oleh tokoh muda Rico Waas yang telah berkunjung ke Kampoeng Ramadan UMKM. "Konsep drive thru ini sudah sangat baik, bahkan saya salut sama para anak muda sebagai EO penyelenggara punya konsep ini. Sehingga juga bisa membantu para UMKM yang mungkin menjadi terdampak karena Covid-19," katanya.

Lanjutnya, penyelenggara event dalam masa pandemi ini diharap mampu mendalami cara-cara mengatur crowd/antrian agar tetap bisa menjaga jarak aman antar satu sama lain.

"Apabila nanti ke depannya akan ada lagi event, saran saya untuk EO atau penyelenggara untuk terus memerhatikan prosedur-prosedur kesehatan yang sudah ada seperti tetap adanya pengecekan suhu, mewajibkan penggunaan masker, menyediakan tempat cuci tangan dan yang paling penting harus benar-benar memerhatikan prosedur physical distancing," harapnya. (*)
Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Robert/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com