Pengendara Sepedamotor dan Orang Diduga Gangguan Jiwa Saling Tikam Hingga Tewas


334 view
liputan6.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Seorang pengendara sepedamotor berinisial A dan orang diduga menderita gangguan jiwa K terlibat saling tikam hingga keduanya tewas di Jalan Sei Mencirim Gang Datuk Dusun II, Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Kamis (28/5/2020).

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi, perkelahian maut tersebut berawal ketika K yang diduga mengalami gangguan jiwa sedang berjalan kaki di lokasi kejadian sembari menenteng senjata tajam (sajam) jenis pisau. Di saat bersamaan A juga melintas di lokasi dengan mengendarai sepedamotor dan diduga juga membawa sajam.

Tanpa diketahui penyebabnya, keduanya terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian dengan menggunakan sajam. Seketika itu juga A dan K terkapar bersimbah darah di jalan akibat tubuh keduanya terkena tikaman. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung melaporkannya ke Polsek Sunggal.

Tak lama petugas tiba di lokasi dan mendapati keduanya sudah tewas di tempat. Selanjutnya jasad kedua pria itu dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi guna kepentingan penyelidikan.

Salah seorang warga sekitar, Rina (45) yang diwawancarai wartawan mengaku tidak mengetahui apa motif keduanya saling serang.

"Tiba-tiba saja keduanya saling serang dan akhirnya tergeletak di gang ini. Di dada satu orang masih menancap pisau," ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi yang dikonfirmasi di lokasi mengatakan bahwa ke dua pria yang terlibat perkelahian maut ini diduga tidak saling mengenal.

"Inisial keduanya A dan K, dan diduga salah satunya mengalami gangguan jiwa. K diduga mengacungkan sajam ke pengendara yang melintas. Keduanya tidak saling mengenal. Kebetulan pengendara sepedamotor tersebut juga membawa sajam hingga terjadi perkelahian," katanya.

Dalam kejadian ini sambungnya, pihaknya masih melakukan pendalaman. Salah satu dari yang tewas mengalami gangguan jiwa. Pihaknya juga sudah mengecek rumah K. Di rumahnya memang tidak wajar.

"Untuk sementara kita menyimpulkan bahwa keduanya yang tewas itu tersangka dan juga korban. Untuk jenazah keduanya sudah diotopsi di RS Bhayangkara Medan," pungkasnya.(*)
Penulis
: Roy Damanik
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com