Kamis, 13 Juni 2024 WIB

Pengurus IAKMI Sumut 2021-2024 Dilantik Secara Virtual

Redaksi - Selasa, 23 Februari 2021 17:26 WIB
611 view
Pengurus IAKMI Sumut  2021-2024 Dilantik Secara Virtual
Foto Dok/Ris
FOTO BERSAMA: Pengurus IAKMI Sumut periode 2021-2024 foto bersama usai dilantik Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan secara virtual di Medan, Senin (22/2/2021).
Medan (SIB)
Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) melantik pengurus IAKMI Sumut periode 2021-2024. Pelantikan yang berlangsung secara virtual, dilakukan Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan, Senin (22/2/2021).

Ketua IAKMI Pengda Sumut periode 2021-2024, Destanul Aulia menyampaikan organisasi profesi di bidang kesehatan masyarakat ini mempunyai motto 'Miracle', yang merupakan kepanjangan dari Manager, Inovator, Researcher, Apprenticer, Communitarian, Leadership, dan Edukator.

"Miracle harus tangguh apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Kita tidak bisa menolak bencana, sehingga dituntut mampu beradaptasi dan tangguh dengan penerapan protokol kesehatan. Ketangguhan ini dapat menjadi suatu hal yang biasa dan diaplikasikan," kata Destanul didampingi pengurus lainnya dan panitia diwawancarai wartawan, Selasa (23/2/2021).

Ia mengatakan selama tiga tahun ke depan telah menyusun rencana program dan membentuk beberapa komite. Antara lain, komite kesehatan masyarakat desa, dengan tujuan salah satunya turun ke lapangan memberikan bimbingan atau arahan bersama dinas terkait agar masyarakat di desa bisa lebih sehat lagi.

Kemudian, komite penanggulangan bencana dan pandemi yang berperan untuk membantu pemerintah dalam hal penanggulangan bencana dan pandemi. Selanjutnya, komite sosial dan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan berperan membantu masyarakat tidak mampu atau miskin.

Terakhir, komite pengendalian tembakau yang bertujuan lebih mengimplementasi lagi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sebab, sejauh ini implementasi KTR yang sudah ada belum maksimal.

"Banyak sekali penyakit yang disebabkan akibat rokok. Namun, di satu sisi rokok menyumbang cukai terbesar. Akan tetapi, kalau diteliti lebih dalam maka biaya dari penyakit yang disebabkan rokok ternyata jauh lebih besar ketimbang sumbangan cukai rokok," katanya.

Dia mengatakan era Covid-19 menyadarkan semua orang bahwa aktivitas preventif, promotif dan rehabilitatif itu adalah bagian yang sangat penting sekali. Untuk itu, pandemi ini menjadi momen mencegah harus lebih baik daripada mengobati.

"Kita akan mendorong pemerintah khususnya Sumut dengan terus memotivasi masyarakat agar sadar kesehatan. Sebab betapa demikian mahalnya kesehatan itu jika orang sudah sakit," kata dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat USU ini.

Sementara, Sekretaris IAKMI Pengda Sumut Pendi Nasution menambahkan, secara internal, pihaknya akan terus memperluaskan jaringan IAKMI di Sumut hingga menyebar pada 33 kabupaten/kota. "Sejauh ini baru 6 pengurus cabang yang sudah terbentuk yakni di Padangsidimpuan, Batubara, Simalungun, Asahan, Tebing Tinggi, dan Padang Lawas Utara. Maka dari itu, tentu kita perluas hingga mengjangkau 33 daerah," pungkasnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus Covid-19 Masih Ditemukan, Vaksin Tersedia yang Berbayar dan Gratis
Kasus Virus Nipah Belum Ditemukan di Sumut, Alwi Imbau Tak Konsumsi Kelelawar
Kadiskes Sumut: Penyakit Jantung Jadi Beban Biaya Terbesar di Indonesia
Capaian Stop BABS di Sumut Masih Jauh dari Target Nasional Tahun 2023
Sumut Endemis DBD, Jumlah Kasus Capai 2.494 Orang
Dinkes Siap Fasilitasi Klinik YKI Sumut yang Terakreditasi
komentar
beritaTerbaru