Pjs Wali Kota Medan Minta Pilkada Tak Jadi Ajang Saling Menjatuhkan


121 view
Foto SIB Humas Pemko Medan
Hadiri Simulasi :  Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT menghadiri Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap Tingkat TPS di Taman Tjong Yong Hian Jalan Kejaksaan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (17/10/2020).
Medan (SIB)
Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT meminta agar ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan tidak dijadikan ajang untuk saling menjatuhkan. Harapan itu disampaikan ketika menghadiri acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap di Tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan di Halaman Taman Tjong Yong Hian Jalan Kejaksaan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (17/10/2020).
Dikatakan Pjs Wali Kota Medan dalam sambutannya, Pilkada menentukan Kota Medan untuk periode 5 tahun ke depan. Para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan saling beradu visi dan misi untuk warga Kota Medan. Sebagai salah satu ibu kota provinsi dengan luas wilayah yang sangat luas serta jumlah penduduk kota ketiga terbanyak, Kota Medan menjadi salah satu ibu kota provinsi yang sangat menarik untuk dipimpin.
“Apalagi dengan karakter multikultural masyarakatnya yang terkenal tegas dan lugas, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin untuk mampu mengambil langkah strategis guna mencuri hati warga Kota Medan,” kata Pjs Wali Kota Medan.
Untuk itu, Pjs Wali Kota Medan berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Medan, siapapun yang nantinya dipercaya terpilih memimpin Kota Medan, harus mampu menjadi sosok pemersatu masyarakat Kota Medan yang multikultural. KPU Kota Medan juga harus mampu bertindak adil sebagai wasit yang akan mengawasi jalannya Pilkada.
Tantangan besar yang dihadapi pada pemilihan ini, tambahnya, dapat menghadirkan pemilih ke TPS-TPS yang ada tersebar di seluruh wilayah Kota Medan. Sebab, jika dulu jumlah pemilih pada momen pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada periode lalu tidak sampai 30 persen, palagi saat ini Pilkada yang dilakukan di tengah ketakutan akan menyebarnya Virus corona, besar kemungkinan jumlah pemilih akan menurun dibanding periode lalu.(*)

Penulis
: Roy marisi simorangkir
Editor
: bantors@hariansib.com