Poaradda Nababan : 1,6 Juta Anak di Sumut Berpotensi Alami Learning Loss


578 view
Poaradda Nababan : 1,6 Juta Anak di Sumut Berpotensi Alami Learning Loss
Foto Dok Firdaus Peranginangin
dr Poaradda Nababan SpB

Medan (SIB)

Anggota Komisi E DPRD Sumut dr Poaradda Nababan mengatakan, selama pandemi Covid-19 sedikitnya 1,6 juta anak-anak di Sumut mengalami kehilangan kemampuan belajar (learning loss), sehingga sangat berbahaya jika Pemprov Sumut tidak segera mengantisipasinya.

"Jika hal ini tidak segera diantisipasi secara inovatif dengan mengurusi dunia pendidikan, sungguh sangat berbahaya dan mengancam masa depan generasi anak-anak bangsa di daerah ini," kata Poaradda Nababan kepada wartawan, Kamis (11/2/2021), melalui telepon.

Berdasarkan survey yang dilakukan Kemendikbud (Kementerian dan Kebudayaan), kata politisi PDI Perjuangan ini, ada 50 persen atau lebih siswa tidak memenuhi standar konpetensi yang diharapkan selama Belajar Dari Rumah (BDR) atau sistem daring.

"Menurut naraca pendidikan Sumut tahun 2019, jumlah peserta didik di Sumut sebesar 3.302.927 siswa, berdasarkan penelitian itu maka ada 1,6 juta peserta didik yang berpotensi akan mengalami learning loss,” ujar Poarada.

Ditambahkan Poarada Nababan, khusus untuk Sumut, Fraksi PDI Perjuangan tidak pernah mendengar adanya gebrakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan pemetaan secara massif terhadap keikut-sertaan atau partisipasi peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar dari rumah.

"Siapapun tidak pernah kita lihat atau mendata, selama masa pandemi Covid-19, berapa jumlah siswa yang tidak memiliki akses internet atau apakah peserta didik tersebut seluruhnya belajar setiap hari atau tidak. Begitu juga materi belajarnya, apakah cukup atau tidak," tanya Poaradda.

Poaradda menduga, Gubernur Sumut maupun Disdik Sumut tidak mengetahui berapa jumlah anak yang berpotensi kehilangan kemampuan belajarnya, karena tidak pernah melakukan pemetaan dan tidak melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan pendidikan selama Covid-19.

"Tapi semua proses belajar dari rumah diserahkan total kepada sekolah masing-masing, tanpa ada kebijakan apapun dari Pemprov Sumut. Padahal pemerintah pusat telah memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk melakukan berbagai inovasi demi kelancaran proses belajar-mengajar selama pendemi ini,” lanjut Poarada.

Memperhatikan potensi learning loss tersebut, tandas politisi vokal ini, Fraksi PDI Perjuangan melihat program prioritas Gubernur Sumut tentang pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa selama setengah periode jabatannya, belum tercapai sesuai yang diharapkan.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com