Ribuan Liter BBM Bersubsidi dari Sejumlah SPBU di Torgamba Diduga Diselewengkan


243 view
Ribuan Liter BBM Bersubsidi dari Sejumlah SPBU di Torgamba Diduga Diselewengkan
Foto Dok Rudi Afandi Simbolon
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
Torgamba (SIB)
Ribuan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium (bensin) dan Bio Diesel (solar) dari sejumlah SPBU di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel, diduga diselewengkan.

Dalam operasinya, para pelaku menggunakan jasa pelangsir yang tiap hari pada jam-jam tertentu membeli BBM menggunakan sepeda motor untuk Bensin dan mobil untuk solar. Para pelangsir tersebut mengisi BBM ke SPBU, kemudian mengeluarkannya kembali dari tangki yang telah dimodifikasi dan memasukkan BBM ke jerigen.

Pengisian BBM dilakukan secara berulang-ulang hingga jerigen tempat penampungan penuh. Setelah jerigen penuh, BBM tersebut kemudian dibawa kepada pengepul atau pedagang minyak eceran untuk dijual dengan harga lebih mahal.

Praktik tersebut seperti yang terjadi di SPBU Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba. Setiap hari sejumlah pelangsir baik menggunakan sepeda motor maupun mobil mengisi BBM berulang-ulang ke SPBU tersebut.

BBM bersubsidi itu kemudian dibawa ke suatu rumah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari SPBU, tepatnya di Jalan Kolam, Dusun Asam Jawa, Desa Asam Jawa, untuk dikumpulkan dalam jerigen.

Menurut informasi warga sekitar, Rabu (7/10/2020), praktik itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Anehnya, pihak Pertamina tidak pernah mengendus permainan tersebut, padahal di SPBU itu terdapat CCTV milik Pertamina.

"Sudah lama kali praktiknya. Bertahun-tahun pun, tapi tidak pernah ditindak. Mana mungkin Pertamina nggak tahu, sementara di SPBU itu ada CCTV," kata warga setempat enggan disebutkan identitasnya.

Praktik serupa juga terjadi di SPBU Cikampak, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba. Pada malam hari para pelangsir beraksi mengisi BBM ke tangki sepeda motor dan mobil, kemudian mengeluarkannya kembali untuk dimasukkan ke dalam jerigen berukuran 30 liter.

BBM bersubsidi dari SPBU tersebut diduga diselewengkan untuk dijual kembali kepada pedagang eceran atau pengusaha alat berat dengan harga lebih tinggi. Untuk Premium, dijual berkisar harga Rp230 ribu per jerigen.

"Biasanya mereka melakukannya tengah malam hingga subuh," kata Ruslan, warga setempat.

Akibat penyimpangan itu, acap kali warga kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU tersebut. Sering kali Premium dan Bio Diesel kosong, padahal pasokan dari Pertamina lancar.

"Kalau Pertamina memang mau membongkar praktik penyelewengan BBM bersubsidi tersebut tinggal buka CCTV saja. Tapi sampai saat ini tindakan tersebut tidak pernah dilakukan," katanya.

Kapolsek Torgamba, AKP Firdaus Kemit dan Kanit Reskrim Polsek Torgamba, Ipda Elimawan Sitorus yang dikonfirmasi, Rabu (7/10/2020), mengatakan, praktik tersebut sudah tidak ada lagi. Menurutnya, para pelaku sudah pernah ditindak.

"Nanti kita cek dulu. Itu sudah pernah ditindak. Beberapa orang sudah diamankan. Untuk info lengkapnya ke Unit Ekonomi Polres saja langsung," kata Elimawan. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: wilfred@hariansib.com/donna@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com