Selisih Harga Rp 2 Juta, Proyek Lampu Jalan Panel Surya Desa Perkebuan Sei Rumbia Disoroti


587 view
Selisih Harga Rp 2 Juta, Proyek Lampu Jalan Panel Surya Desa Perkebuan Sei Rumbia Disoroti
Kompasiana.com
Ilustrasi
Kotapinang (SIB)
Proyek pembangunan lampu jalan panel surya di Desa Perkebunan Sei Rumbia, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel, yang dibiayai APBDes Perkebunan Sei Rumbia tahun anggaran 2019 senilai Rp 21 juta per titik menjadi sorotan. Pasalnya, pagu itu lebih tinggi Rp 2 juta dari desa lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, harga untuk satu titik pengadaan lampu jalan di Desa Perkebunan Sei Rumbia itu dibandrol Rp 21 juta. Harga tersebut lebih tinggi Rp 2 juta dari Desa Sisumut yang bersebelahan dengan desa tersebut, yakni hanya Rp19 juta untuk satu titik lampu jalan pada tahun yang sama.

"Selisih harga Rp2 juta untuk satu titiknya. Di kali 9 titik yang dibangun sudah Rp18 juta. Ini menjadi pertanyaan besar. Kenapa harga tersebut bisa lebih tinggi, padahal tahun pengerjaannya sama," kata Ketua Kader Militan Jokowi (Kamijo) Kabupaten Labusel, Saiman Siregar, Kamis (4/6/2020).

Anehnya kata Saiman, pembangunan lampu jalan tersebut selain dinilai terlalu mahal, juga tidak efisien dan tidak tepat sasaran. Pasalnya, seluruh lampu berada di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT PP Lonsum Sei Rumbia Estate.
Parahnya lagi, sebagian lampu sudah padam dan tidak berfungsi.

"Kita berharap aparat terkait, khususnya Polres Labuhanbatu dan Kejari Labusel dapat memeriksa pembangunan lampu jalan ini. Besar dugaan, proyek tersebut dimonopoli dan beraroma mark up," katanya.

Kepala Desa Perkebunan Sei Rumbia, Riyanti yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui besar anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan satu titik lampu jalan itu. Bahkan dirinya mengakui tidak mengetahui pasti jumlah lampu yang dibangun pada tahun 2019 di desanya itu.

"Enggak tau berapa jumlahnya, berapa anggarannya. Karena sudah masuk anggaran baru. Nanti saya tanya PPK dulu. Saat ini lampu jalan tersebut banyak yang sudah tidak berfungsi dikarenakan telah berusia satu tahun,” katanya. (*)


Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Robert Banjarnahor
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com