Sungai Kanan Meluap, Jalinsum Langgapayung-Gunungtua Terendam


195 view
Foto: SIB/ Rudi Afandi Simbolon
Terendam banjir: Jalinsum Kelurahan Langgapayung- Gunungtua Kabupaten Paluta terendam banjir. Warga setempat, pihak kepolisian dan TNI mengatur kelancaran arus lalulintas, Sabtu (21/11/2020).
Sungaikanan (SIB)
Sungai Kanan di Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungaikanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sabtu (21/11/2020) pagi, meluap.

Tidak hanya menggenangi pemukiman warga, luapan air sungai yang membelah wilayah Kecamatan Sungaikanan itu pun merendam ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalunsum) jurusan Kabupaten Labusel-Kabupaten Paluta, tepatnya di Lingkungan Labuhan, Kelurahan Langgapayung. Akibatnya, kemacetan panjang arus lalu lintas kendaraan di sepanjang ruas jalan tersebutpun terjadi.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa tersebut disebabkan meluapnya Sungai Kanan, akibat curah hujan tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah di Labusel, khususnya di kawasan hulu, dalam beberapa hari terakhir. Genangan air setinggi hampir 70 Cm bergenang di sepanjang lebih kurang 200 meter ruas jalan itu.

Untuk mengantisipasi arus lalu lintas tidak lumpuh, pihak kecamatan, kepolisian, dan warga setempat, secara swadaya membantu setiap pengendara yang melintas untuk menggiring kendaraan agar tidak terperosok. Namun hanya kendaraan tinggi yang dapat melintas, sedangkan minibus yang relatif rendah terpaksa menunggu hingga genangan air berangsur surut.

Demikian juga sepeda motor, pengendara terpaksa mematikan mesin dan menyorong kendaraannya agar dapat melintas. Tidak hanya badan jalan, banjir juga merendam ratusan rumah warga di perkampungan tersebut.

Hingga berita ini dilansir sekira pukul 11.00 WIB, belum ada tanda-tanda debit air sungai akan surut. Sejumlah warga terlihat masih bersiaga di rumah sambil berusaha mengevakuasi perkakas mereka dari dalam rumah ke tempat yang lebih aman.

"Air Sungai Kanan mulai naik sejak kemarin. Namun dini hari tadi sekira pukul 00.30 WIB, air semakin meningkat dan menggenangi rumah-rumah pendudukan hingga menggenangi Jalinsum," kata Juraidin Siregar (56) warga setempat.

Dia mengatakan, banjir tersebut merupakan siklus yang terjadi hampir setiap tahun saat curah hujan tinggi. Menurutnya, air menggenangi badan jalan disebabkan kawasan tersebut memang lebih rendah.

"Setiap tahun terjadi seperti ini. Kadang-kadang sampai dua kali," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Labusel, Khairil Harahap yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah meninjau sejumlah titik banjir dan mulai menyalurkan bantuan. Menurutnya, jumlah pasti mengenai korban terdampak banjir ini masih didata.

Selain Kelurahan Langgapayung, banjir juga menggenangi sejumlah pemukiman warga di Desa Ujung Gading dan Desa Parimburan di Kecamatan Sungaikanan. Menurutnya, banjir menyebabkan akses jalan di sejumlah pemukiman penduduk di kedua desa tersebut tergenang.

"Ada sejumlah pemukiman penduduk di Kecamatan Sungaikanan terendam banjir. Kami sudah melakukan peninjauan. Banjir ini biasanya tidak berlangsung lama, karena merupakan kiriman dari wilayah hulu akibat curah hujan tinggi," katanya. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com