TNI AL Salurkan Bantuan Untuk Warga Terisolir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Citarum


244 view
(Foto SIB/Dispen Koarmada I)
Bantuan : Prajurit TNI AL menyalurkan bantuan kepada warga yang terisolir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum, di Desa Sumber Urip, Pembayuran Bekasi, Kamis (25/2/2021).
Belawan (SIB)
Memasuki hari kelima pasca jebolnya tanggul Sungai Citarum di Babakan Banten, TNI AL masih melaksanakan evakuasi dan droping bantuan kepada masyarakat yang mengungsi di tenda darurat yang terisolir akibat putusnya akses darat di Desa Sumber Urip, Pembayuran Bekasi. Kamis (25/02/21).

Lokasi banjir dampak jebolnya tanggul Sungai Citarum di daerah Pembayuran cenderung berarus deras, dan membahayakan untuk diseberangi, sehingga untuk suatu keperluan serta memenuhi kebutuhan mereka, TNI AL melaksanakan evakuasi dan droping bantuan menggunakan sekoci karet dan motor tempel menembus lokasi pengungsian warga.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Banjir Wilayah Karawang-Bekasi TNI AL, Kolonel Laut (T) Wahyudin Arief mengatakan, masih ada tujuh RT di Wilayah Desa Jaya Laksana terendam banjir, dan empat RT di Cangkring hanya bisa diakses melalui jalur air dengan variasi kedalaman satu sampai dua setengah meter yang sebelumnya merupakan lahan pertanian/sawah.

"Sampai hari ini, Satgas Banjir TNI AL telah menyalurkan bantuan berupa bahan makan cepat saji, air mineral, pakaian ganti dan obat-obatan ringan yang disalurkan dari Posko TNI AL Peduli dan Berbagi di Wilayah Desa Jayalaksana, Cabang Bungin Bekasi dengan tetap berkoordinasi langsung dengan perangkat Desa setempat," ujar Kolonel Laut (T) Wahyudin Arif.

Dalam siaran Dispen Koatamada I yang diyerima wartawan, Kamis sore disebutkan, TNI AL sebelumnya telah mengirimkan bantuan melalui program TNI AL Peduli dan Berbagi untuk korban terdampak banjir di wilayah Karawang-Bekasi yang dilepas langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, SE MM di Kolinlamil Jakarta bersamaan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di daerah lainnya.

Sementara Itu, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada) Laksda TNI Abdul Rasyid SE MM mengatakan, Koarmada I masih tetap menyiagakan personel beserta perlengkapan kedaruratan banjir, dan di wilayah Pembayuran serta Jaya Laksana Satgas Banjir TNI AL masih tetap menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang masih terisolir akibat putusnya akses darat.

"Meskipun debit air perlahan mulai surut, beberapa KK di Dusun Cangkring yang merupakan wilayah terdampak banjir masih mencoba bertahan di tanggul sungai yang dijadikan sebagai tempat pengungsian, mereka masih bersiteguh untuk tidak dievakuasi karena harus mengurus hewan ternak yang menjadi sumber kehidupan mereka sehari-hari," kata Pangkoarmada I.

Menyikapi kondisi tersebut, Satgas Banjir TNI AL tetap menyiagakan sekoci karet apabila sewaktu-waktu mendapatkan informasi untuk melaksanakan bantuan segera mengevakuasi pengungsi yang masih berusaha bertahan di tanggul sungai.

TNI AL tetap mengutamakan keselamatan jiwa para warga, dan menghargai keputusan sejumlah warga yang masih bersikukuh bertahan di tanggul sungai dengan tetap menyiagakan personel di lokasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, dalam beberapa hari kedepan, dengan sudah mulai perbaikan tanggul di Babakan Bekasi oleh pemerintah, kondisi air di Dusun Cangkring akan segera surut dan warga bisa beraktifitas normal kembali.

Sebelumnya, TNI AL mengirimkan sedikitnya 798 prajurit TNI AL, dilengkapi 88 unit sekoci karet membawa bantuan sembako pada empat desa di Bekasi yang terendam banjir setelah tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi jebol pada Sabtu (20/2/2021) malam.(*)

Penulis
: Pally S.
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com