TNI AL dan AU Latihan Bersama Hancurkan Kekuatan Musuh di Selat Gelasa Babel


233 view
(Foto harianSIB.com/Dispen Koarmada I)
Latihan Bersama : TNI AL dan AU latihan bersama untuk menghancurkan kekuatan armada musuh yang mengancam konvoi Kogasgabfib di Selat Gelasa, Babel, Senin (12/4/2021).
Belawan (harianSIB.com)

TNI AL dan TNI AU menggelar latihan bersama di kawasan perairan Selat Gelasa, Bangka Belitung (Babel), Kepulauan Riau, dengan melibatkan pesawat tempur TNI AU F-16 Fighting Falcon serta sejumlah kapal perang TNI AL, Senin (12/4/2021).

Dalam latihan tersebut, TNI AL dan TNI AU mampu menjalin komunikasi dan akhirnya dapat melumpuhkan kekuatan musuh atau armada laut lawan yang mengancam konvoi Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib).

Latihan gabungan TNI AL dan AU tersebut, diawali ketika unsur-unsur Kogasgabfib berada di Perairan Selat Gelasa, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, mendapat gangguan dari armada laut atau kekuatan udara lawan.

Selanjutnya, pihak TNI AL dan TNI AU menjalin komunikasi yakni antara KRI dan pesawat tempur TNI AU.

Diawali dengan serial Air Joining Procedure (AJP) untuk mengidentifikasi pesawat kawan atau lawan, unsur F-16 TNI AU, kemudian terbang mendekati konvoi untuk memberikan Bantuan Tembakan Udara (BTU) dan Serangan Udara Langsung (SUL) terhadap kekuatan armada laut atau kekuatan udara lawan yang mengancam konvoi Kogasgabfib.

KRI Bung Tomo-357 sebagai kordinator peperangan melaksanakan komunikasi dengan pesawat tempur TNI AU F-16 dari skuadron 6 Pekanbaru, sehubungan radar udara KRI Bung Tomo-357 mendeteksi adanya dua pesawat udara mendekati konvoi dari baringan atau sudut pendekatan yang telah ditentukan sebagai pengenal bahwa pesawat tersebut adalah pesawat tempur kawan.

Selain itu, juga dilaksanakan metode identifikasi kawan atau lawan menggunakan komunikasi dan sandi gerakan atau manuver terbang.

Usai mensimulasikan BTU dan SUL, pesawat tempur F-16 TNI AU berperan sebagai pesawat udara musuh yang siap menembakan rudal anti kapal permukaan.

Mengetahui adanya ancaman tersebut, alarm peringatan bahaya serangan udara terdengar dari seluruh unsur Kogasgabfib setelah mendapatkan informasi kontak udara tidak dikenal dari radar KRI Bung Tomo-357.

Selanjutnya, seluruh prajurit kapal perang, terdiri dari KRI Bung Tomo-357, KRI Pattimura-371, KRI Teuku Umar-385, KRI Teluk Ende-517, KRI Teluk Sibolga-536 dan KRI Teluk Cirebon-543 menempati pos tempur masing-masing, dengan posisi seluruh laras senjata baik manual maupun otomatis tertuju pada arah datangnya ancaman dan siap memuntahkan amunisi, untuk menghancurkan serangan udara lawan.

Pangkogasgabfib Laksamana Pertama TNI Dato Rusman SE MSi, mengatakan latihan bersama terserbut merupakan kesempatan sangat baik untuk melatih kemampuan profesionalisme prajurit dalam menghadapi ancaman serangan udara, serta menguji interoperability sistem sensor dan komunikasi kedua matra udara dan laut dapat terjalin dengan baik.

Latihan bersama itu, juga merupakan salah satu dari 9 program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono SE MM, dalam membangun sumber saya manusia yang unggul, dan tujuan dilaksanakannya latihan Operasi Pendaratan Amfibi Koarmada I yang telah berlangsung sejak tanggal 5 April 2021, untuk meningkatkan profesionalisme dan mengasah naluri tempur prajurit matra laut serta menguji kesiapsiagaan material tempur TNI AL baik kapal perang, pesawat udara dan kendaraan tempur Marinir TNI AL.(*)
Penulis
: Pally S.
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com