Terpapar Virus Corona, Kepala SMKN 1 Pangkatan Meninggal Dunia di Tarutung


2.149 view
Foto: Dok/Satgas Covid-19 Labuhanbatu
DIMAKAMKAN: Petugas pemakaman dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, memakamkan jenazah korban pandemi Covid-19, Raden Beresman Sianturi (50), Kepala SMK Negeri 1 Pangkatan, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 01:15 WIB dini hari tadi.
Rantauprapat (SIB)
Kepala SMK Negeri Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Raden Beresman Sianturi (50), meninggal dunia karena terpapar coronavirus disease 2019. Beresman, korban pandemi Covid-19 menghembuskan nafas terakhirnya di RSU Tarutung, Jumat (8/1/2021) sekira pukul 12:20 WIB dan dikebumikan di TPU Parlayuan Rantauprapat, Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 01:15 WIB.

Rekan dan para sahabat korban, terkejut dan sangat kehilangan atas kepergian Raden Beresman Sianturi, setelah mendapat kabar duka itu dari pihak keluarga duka, Jumat (8/1/2021) sore.

Keluarga duka, BJ Lumbangaol saat dihubungi wartawan SIB, menyebut korban meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, sesuai hasil pemeriksaan medis dan penjelasan pihak rumah sakit Tarutung kepada keluarga.

Awalnya, jelas BJ Lumbangaol, korban bersama istri dan 4 anak mudik pulang kampung untuk merayakan Natal dan tahun baru 2021 di Paranginan Kabupaten Tapanuli Utara. Kemudian kembali ke Rantauprapat 26 Desember 2020 untuk menghadiri acara adat pemakaman marga Simatupang, karena korban ketua kumpulan marga Simatupang di Rantauprapat. Setelah itu berangkat lagi ke Paranginan dan tanggal 29 berangkat mengikuti pesta keluarga di Parongil Kabupaten Dairi.

"Pulang dari Parongil, beliau mulai demam dan masuk ke rumah sakit di Siborongborong 1 Januari 2021 siang. Pemeriksaan awal rapid test hasilnya negatif Covid-19 dan terdiagnosa gejala DBD dan trombositnya turun, saat opname di rumah sakit di Siborongborong. Tanggal 4 kami besuk, yang dikeluhkan beliau sakit di bagian kepala," kata BJ Lumbangaol.

Kemudian 5 Januari, korban dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 di Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, lalu diswab dan menurut pihak rumah sakit, hasil pemeriksaan disebut terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

"Kemarin siang, beliau meninggal dunia. Hasil rembuk keluarga, korban dimakamkan di Rantauprapat. Rombongan keluarga berangkat membawa jenazah dari Tarutung jam 6 sore dan tiba di pemakaman Parlayuan Rantauprapat pukul 23:30 WIB. Tadi pagi sekitar jam 1 lewat dilakukan pemakaman secara protokol Covid-19 oleh pihak Satgas Covid-19 Labuhanbatu," sebutnya.

Dia menambahkan, pihak Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu juga telah melakukan tracing ke keluarga korban dan menyemprot desinfektan pada rumah korban di Jalan Torpinangmata Atas Rantauprapat. Hasil pemeriksaan, istri, 4 anak dan keluarga negatif Covid-19.

Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, Atia Muchtar Hasibuan menyebut korban dilaporkan terpapar virus corona, sehingga dikebumikan sesuai protokol Covid-19 oleh petugas pemakaman dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, sekitar jam 1 lewat dini hari tadi.

"Keterangan dari kelurga sudah diterima pihak Dinas Kesehatan. Pihak Dinkes kemudian melakukan traching ke rumah korban dan keluarganya, tadi," sebut Attia. (*)

Penulis
: Efran Simanjuntak
Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com