* Terungkap Saat Rekontruksi

Tersangka Habisi Nyawa Istri Mantan Sekda Pematangsiantar Karena Kesal


409 view
(Foto SIB/Andomaraja Sitio)
ADEGAN 15: Usai menghabisi nyawa korban di rumahnya, tersangka RP alis Gea berjalan keluar dari pintu depan rumah di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (8/4/2021) pagi. Tersangka membawa kunci, handphone dan dompet berisikan uang milik korban lalu kabur. 
Pematangsiantar (harianSIB.com)

Satreskrim Polres Pematangsiantar bersama petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar menggelar rekontruksi pembunuhan istri mantan Sekda Pematangsiantar.

Reka ulang yang dihadiri tersangka didampingi pengacaranya itu dipusatkan di rumah korban, Riamsa Nainggolan (73) di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (8/4/2021) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Tampak warga seputaran lokasi, turut menyaksikan rekontruksi.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto melalui Kanit Jatanras, Ipda Wilson Panjaitan saat dikonfirmasi harianSIB.com di lokasi, Kamis (8/4/2021), menyebutkan rekontruksi pembunuhan mantan istri Sekda Pematangsiantar yang dilakukan tersangka inisial RP alias Gea untuk melengkapi berkas penyidikan.

Ia mengutarakan, dalam rekontruksi yang dilaksanakan itu, ada 15 adegan diperagakan tersangka sebelum menghabisi nyawa korban di kediamannya di Jalan Medan Area. Dalam adegan itu, sebelumnya tersangka mendatangi kediaman korban untuk bertemu. Setelah bertemu, tersangka meminta kepada korban untuk mengembalikan pakaiannya yang disembunyikan sebelumnya serta meminta diberi waktu mengenai tunggakan kos dan tidak memberi tahu kepada anaknya.

Lalu korban mengatakan nantilah itu, seraya meminta tersangka mengambil nanas dan pisau dari bawah supaya dikupas di dapur dan tetap memarahinya. Selanjutnya korban dan tersangka turun dari lantai dua menuju lantai bawah melewati tangga rumah dan terus memarahinya.

Keduanya pun berjalan menuju dapur dan tersangka mengikuti korban dari belakang akan tetapi terus memarahinya.

Tersangka yang merasa jengkel karena terus dimarahi mendorong korban saat berjalan di atas tangga menuju dapur, sehingga terguling ke bawah dapur bersamaan nanas dan pisau yang diambil terjatuh dekat korban.

Korban yang terjatuh setelah itu menjerit meminta tolong sehingga tersangka mengambil bantal dari kursi lalu menutup mulut korban. Tersangka kemudian mengambil pisau yang terjatuh dekat korban dan menyerangnya dengan bantal dan menusukkan pisau itu ke tubuh korban hingga tak tak berdaya dan tidak sadarkan diri.

Setelah itu tersangka menarik korban ke ruangan gudang belakang rumah, lalu membersihkan bantal yang berserakan dan membuangnya ke sungai. Tak hanya itu tersangka turut mengganti pakaiannya dan membuangnya lagi ke sungai bersama pisau yang dipakainya saat itu lalu membersihkan bekas luka di ruang tamu.

Selanjutnya tersangka beranjak meninggalkan korban di ruangan gudang dan keluar dari pintu depan dengan membawa kunci rumah, dompet milik korban berisikan uang dan handphone merk Samsung.

Saat ditanya apa motif tersangka hingga nekat menghabisi nyawa korban? Wilson menerangkan pengakuan tersangka, kesal karena terus dimarahi sehingga spontan membunuh korban." Tersangkanya tunggal dan merupakan anak kosnya. Motifnya tersangka kesal dan spontan menghabisi nyawa korban," cetusnya.

Sebelumnya, jasad Riamsa Nainggolan yang merupakan istri mantan Sekda Pematangsiantar (Alm) Tagor Batubara ditemukan tewas di kediamannya di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (27/2/2021) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Penemuan jasad istri mantan Sekda Pematangsiantar itu menghebohkan masyarakat dan dicurigai dibunuh anak kosnya karena tanda kekerasan ditemukan ditubuh korban dari hasil penyidikan petugas. (*)

Penulis
: Andomaraja Sitio
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com