Tolak Omnibus Law, Massa Gelar Teatrikal Salat Jenazah di Depan Kantor Bupati Dairi


722 view
Foto/SIB Tulus Tarihoran
BAKAR: Massa berunjuk rasa menolak  Omnibus Law UU Cipta Kerja menggelar teatrikal dan membakar mirip keranda mayat, Senin (12/10/2020), di depan kantor Bupati Dairi.
Sidikalang (SIB)
Sebanyak 20-an mahasiswa Dairi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dengan melakukan teatrikal dan membakar mirip keranda mayat, di depan Kantor Bupati Dairi, Senin (12/10/2020).

Massa dalam orasinya menyampaikan penolakan Omnibus Law dan menuntut agar bupati menandatangani rekomendasi penolakan yang disampaikan kepada Gubernur Sumut dan kepada Presiden RI, agar presiden tidak menandatangani Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR.

Pada kesempatan itu, massa juga menagih janji politik pasangan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu/Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan.

"Pasangan itu menjanjikan kesehatan dan pendidikan akan lebih baik. Tetapi faktanya, pelayanan kesehatan di rumah sakit masih buruk," ucap Buyung Banurea perwakilan mahasiswa.

Kedatangan massa ditemui Sekretaris Daerah, Leonardus Sihotang, Asisten 1 Setda Dairi, Jonny Hutasoit. Disebutkan, bupati dan wakil bupati sudah mengikuti tugas luar.

Ketidakhadiran bupati dan wakil bupati, membuat massa melakukan teatrikal salat jenazah di depan kantor bupati. Kemudian, massa membakar mirip keranda dan jenazah serta alat peraga unjuk rasa.

"Kami berduka, matinya nurani Pemerintah Kabupaten Dairi," ucapnya Buyung.

Massa sempat mengelilingi pembakaran keranda. Kemudian polisi yang dipimpin Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting memadamkan api. Massa membubarkan diri dengan tertib dan berjalan menuju Gedung Djauli Manik.(*)

Penulis
: SIB Tulus Tarihoran
Editor
: wilfred@hariansib.com/donna@hariansib.com