Warga Keluhkan Lonjakan Tagihan Listrik Selama Covid-19, PLN Jelaskan Masalahnya


307 view
Foto SIB/Eddy Bukit
PENJELASAN : Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut, Chairuddin bersama Humas Jimmy Aritonang menjelaskan, masalah kenaikan tagihan listrik pelanggan PLN Sumut di Medan, Rabu (10/6/2020).
Medan (SIB)
Sejumlah pelanggan PLN di Sumut mempertanyakan mengapa tagihan listrik membengkak di masa pandemi Covid-19. Ada ratusan pelanggan yang mempertanyakan membengkaknya tagihan listrik mulai Mei dan Juni 2020 melalui Contak Center 123 ke PLN.

Senior Manager (SRM) Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Chairuddin menjawab wartawan di Medan, Rabu (10/6/2020), mengatakan, kenaikan tagihan listrik itu dipastikan karena pemakaian listrik pelanggan yang cenderung meningkat saat Covid-19, karena banyak yang di rumah saja.

Menurut dia, PLN tidak ada menaikkan tarif listrik. Warga yang mengeluh karena tarif yang melonjak ini ada sekitar 800 orang kemarin. Sementara jumlah pelanggan PLN di Sumut ada 3,8 juta.

Ia mengatakan, PLN tidak mungkin menaikkan tarif listrik, apalagi menaikkan tarif listrik regulasinya wewenang pemerintah.

"Covid-19 belum berakhir dan kita telah memasuki new normal, walau belum normal betul. Terkait pembayaran rekening listrik yang membengkak, PLN telah membuat skemanya," kata Manager Komunikasi PLN UIW Sumut, Jimmy Aritonang yang mendampingi Chairuddin.

Chairuddin menjelaskan, kenaikan tarif listrik dikarenakan konsumsi listrik di rumah tangga selama Maret, April dan Mei memang cenderung meningkat akibat banyak orang, termasuk anak-anak sekolah di rumah, nonton tv, main HP dan lainnya.

"Pemakaian listrik selama Covid-19 di rumah tangga meningkat, sesuai pencatatan di meter listrik rumah pelanggan. PLN beberapa bulan lalu tidak mencatat meter pelanggan karena Covid-19. Namun sejak Mei kembali mencatat meteran pelanggan. Jadi keluhan pelanggan muncul di penagihan rekening Mei dan Juni ini, "kata Chairuddin.

Agar masyarakat jangan terlalu berat dan heran dalam membayar rekeningnya itu, PLN membuat solusi membuka Posko pengaduan di kantor Unit layanan pelanggan PLN, atau bisa memanfaatkan Contact Center PLN 123. Skema yang dibuat PLN disebut Perlindungan lonjakan tagihan rekening listrik.

Diharapkan, masyarakat juga bisa mengecek sendiri pemakaian listriknya, sesuai angka di meteran dan sesuaikan dengan angka yang tertera di rekening listrik yang dibayar setiap bulan.

"Kalau ada selisih angka yang dibayar dengan yang tertera di meteran rumah, silahkan ajukan protes. Membaca meteran itu sebaiknya setelah tanggal 10 setiap bulannya," katanya.

Skema penghitungan tagihan untuk melindungi pelanggan rumah tangga yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni, maka angka kenaikan yang ditagih sekitar 40 persen dari rata-rata per bulan. Sisa kenaikan 60 persen lagi akan ditagih dibagi 3 bulan ke depan (Juli, Agustus dan September). Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam. (*)


Penulis
: Eddy Bukit
Editor
: Wilfred Manullang/Donna
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com