402 Km Tol Fungsional Trans Sumatera dan Jawa Dibuka H-7 Lebaran


525 view
Jakarta (SIB)- Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan jalan tol-jalan tol fungsional yang ada di Jawa dan Sumatera bakal dibuka pada Senin minggu depan atau H-7 Lebaran. Saat ini, inspeksi untuk ruas-ruas tol fungsional sepanjang total 402 Km tersebut telah selesai dilaksanakan.
Peninjauan terhadap tol-tol yang ada di Jawa dan Sumatera telah dilakukan bersamaan dengan tinjauan terhadap jalur non tol. Untuk di Sumatera, jalur lintas Timur bisa dilalui dengan kondisi mantap. Sementara untuk jalur lintas Barat masih dilakukan sejumlah pekerjaan jalan, namun akan dihentikan pada H-3 Lebaran nanti.

"Kalau lintas Timur mantap semua. Saya sudah periksa itu dari Bakauheni sampai Medan. Lintas barat ada beberapa spot yang masih diperbaiki. Seperti pelebaran-pelebaran jalan," katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (16/6).

"Kemudian penghubung-penghubungnya. Kalau mau ke Padang misalnya mau ke Jambi. Itu ada lubang-lubang kecil tapi tim terus bekerja untuk menyempurnakan semua. Nanti seluruh aktifitas pekerjaan jalan akan dihentikan H-3," tambahnya.

Sedangkan untuk di Jawa, Arie memastikan tiga jalur yang akan dilalui bisa dilalui dengan kondisi 100% mantap, baik jalur Pantai Utara, Pantai Selatan maupun melalui tol Cikampek.

"Kalau di Jawa, Pantura, Pansela, saya jamin siap semua," ucapnya.

Adapun jalur-jalur tol di Jawa, dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti Parking Bay atau tempat pemberhentian sementara. Jasa Marga sendiri menyiapkan parking bay di 5 titik, yaitu 4 titik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta 1 Parking Bay di jalan Tol Palikanci di Km 191 arah Kanci. Satu titik parking bay tersebut dapat menampung 50 kendaraan golongan 1.

Jalan tol fungsional yang menyambungkan Brebes Timur hingga Gringsing dapat dilalui selama 24 jam, namun untuk jalur fungsional dari Solo hingga Surabaya hanya dibuka dari jam 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Sedangkan untuk tol Trans Sumatera, tidak ada persiapan khusus, namun tetap akan dilakukan rekayasa lalu lintas yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan dan pihak Kepolisian.

"Trans Sumatera volumenya tidak sebesar di Jawa seperti Brebes-Semarang. Namun progres fisik di Sumatera sudah lebih tinggi. Seperti Palindra seksi 1 itu sudah aspal. Tapi tetap batasan kecepatan kendaraan itu maksimal 40 km/jam," ujar Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna saat dihubungi terpisah. (detikfinance/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com