Belum 1 Jam, Penggalangan Dana "Pertemuan Kasih Pemerhati HKBP" di Jakarta Capai Rp1 M Lebih


520 view
Belum 1 Jam, Penggalangan Dana "Pertemuan Kasih Pemerhati HKBP" di Jakarta Capai Rp1 M Lebih
Foto SIB/panitia
FOTO BERSAMA : Ephorus HKBP, Pdt Dr Robinson Butarbutar foto bersama panitia "Pertemuan Kasih Pemerhati HKBP" di Sopo DEL Mega Kuningan Jakarta belum lama ini.
Tapanuli Utara (SIB)
Penggalangan dana "Pertemuan Kasih Pemerhati HKBP" di Sopo DEL Mega Kuningan Jakarta, Sabtu, (10/4) yang terhimpun untuk mengatasi krisis dana pensiun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah terkumpul Rp1 miliar lebih.

Hal itu dikatakan juru bicara Horas Halak Hita (H3) Yudhi Simorangkir yang sekaligus panitia perhelatan dalam relis beritanya yang diterima SIB melalui WhatsApp (WA), Minggu (11/4).

"Tidak sampai 1 jam, sudah terkumpul 1 miliar lebih, ternyata masih luar biasa kecintaan khalayak luas terhadap HKBP," tulisnya.

Bahkan, Yudhi menyebut, mendengar capaian dana yang telah mencapai Rp1 miliar lebih dalam gelaran lanjutan yang digagas Menteri Koordinator (Menko) bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan pun meminta agar orang Batak bahu-membahu termasuk dalam mengatasi persoalan keuangan HKBP sekarang.

“Orang Batak itu hebat-hebat, tapi kalau tidak bersatu percuma saja. Saya sudah 74 tahun mungkin yang tertua di sini. Saya berpesan mari kita saling kompak,” katanya dengan semangat mengebu-gebu.

Sementara Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar dalam gelaran tersebut mengaku semangat termasuk para pendeta yang sudah pensiun, sekarang kembali membesar sebab beban berat selama ini serasa hilang.

Juga, katanya, semangat sekitar 400 orang yang mengikuti acara itu secara virtual. Mereka yang berada diberbagai tempat termasuk di resort HKBP yang jauh di pedalaman Sumatera Utara.

"Terimakasih untuk bapak dan ibu sekalian yang telah bermurah hati, saya memuji acara ini sebagai sesuatu yang asyik dan konstruktif, berjalan santai, hangat, penuh sukacita dan melibatkan banyak orang termasuk mereka yang ikut ber zoom," ucapnya.

Termasuk semangat selama acara lanjutnya, banyak informasi penting terkait dengan pembangunan di Kawasan Danau Toba sekarang.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, nyonya Luhut Binsar Panjaitan br Simatupang, tokoh Batak yang merupakan pengusaha, pengacara dan birokrat.

Kemudian anggota legislatif, petinggi korporasi dan sejumlah bupati yakni, Bupati Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun dan Dairi yang turut seluruhnya menyumbang dalam acara tersebut.

Dalam relisnya juga Yudhi menerangkan, sesungguhnya krisis keuangan gereja yang terbesar di Asia Tenggara itu tidak terjadi hanya 1 tahun saja melainkan sudah sejak masa kepemimpinan Ephorus WTP Simarmata (2008-2016) pun perkara finansial sudah membelit.

Setelah itu berlanjut lagi di era Ephorus HKBP, Dr Darwin Lumban Tobing (2016-2020). "Jadi, yang terjadi sekarang klimaksnya saja," ujarnya.

Ditambahkan, krisis juga muncul ke publik ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melayangkan surat teguran ke HKBP pada Januari 2021. Pasalnya, gereja yang lahir pada 7 Oktober 1861 menunggak dana pensiun Rp 116 miliar.

Kejadian itu menjadi pokok bahasan yang seru selama beberapa pekan, terutama di media sosial hingga penghujung tahun 2021 tunggakan itu mencapai Rp 144,8 miliar sesuai siaran pers pertanggal 9 Maret 2021.

Ephorus HKBP Dr Robinson Butarbutar lantas menjelaskan duduk masalah. Ia menyatakan masalah muncul terutama karena dana persembahan kedua (pelean paduahon) dengan kata lain namarboho berkurang jauh jumlahnya akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, dana yang dihimpun khusus untuk membiayai kegiatan Kantor Pusat Pearaja itu rata-rata Rp 5-7 miliar per bulan. Setelah pandemi, untuk mengumpulkan Rp 3,5 miliar saja sudah sulit betul.

Padahal, untuk membiayai pegawai sekitar 641 orang saja, Kantor Pusat membutuhkan Rp 3,5 miliar per bulan.

Belum lagi untuk dana pensiun, belanja bulanan, kesekretariatjenderalan dan kegiatan di 3 bidang yakni, Diakonia, Marturia dan Koinia yang diperlukan dana mencapai Rp 5,5 miliar.

Peserta dana pensiun tidak disiplin menjalankan kewajibannya, tambah Ephorus. Selain karena tak tertib administrasi, lanjut dia sebagian mereka memang berasal dari gereja yang kemampuan finansialnya kurang dengan catatan Tapanuli Raya tempat sebagian besar geraja HKBP hingga kini masih terbilang sebagai kantong kemiskinan di Sumatera Utara. (Rel/F01/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com