Besaran Gaji PNS Pemprov DKI Fantastis


430 view
Jakarta (SIB)- Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah lain tampaknya boleh iri dengan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Selain berbagai pelayanan, gaji selangit diperoleh para abdi negara ibukota tersebut.

Pendapatan yang cukup fantastis diungkapkan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2016 Provinsi di Balaikota, Kamis (14/4).

Pada acara yang dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil tersebut, pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku cukup bangga dapat memberikan kesejahteraan bagi para jajarannya. Utamanya besaran gaji. Mulai dari eselon terendah sampai tertinggi dinilai Ahok telah mendapat gaji yang cukup mumpuni.

"Penghasilan terendah di kami sekarang Rp 13 juta. Kalau naik jadi eselon IV sekitar Rp 30 juta, naik eselon III Rp 40 jutaan, naik lagi eselon II Rp 75 jutaan. Kalau eselon I, saya enggak tahu, Rp 100 jutaan mungkin," ujar Ahok.

Dengan besaran gaji sebesar itu, Ahok mengaku wajar bila dirinya kerap memperingatkan bawahannya untuk bekerja keras dan tidak lagi mencuri uang dari anggaran daerah melalui berbagai proyek. "Saya kira gaji sebesar itu sudah cukup. Karena dengan gaji cukup mereka (red-PNS) tidak akan lagi berpikir untuk mencuri mencari uang tambahan untuk kebutuhan kehidupannya sehari-hari," tukas Ahok.

Selain besaran gaji yang diberikan, Ahok pada Musrenbang kali ini juga sempat membanggakan proses penyusunan anggaran pendapatan dan belanja dearah (APBD) 2016 yang disebutnya merupakan APBD yang paling sempurna karena sudah menerapkan e-budgeting, e-musrenbang dan disahkan tepat waktu. "Jadi, APBD 2016 ini APBD yang paling sempurna. Tentunya kami berterima kasih kepada DPRD yang telah sama-sama menyusun," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham Lunggana mengingatkan bahwa dengan besaran gaji tersebut sudah sepatutnya PNS di Pemprov DKI memberikan pelayanan yang maksimal bagi warga Jakarta. Pasalnya uang gaji yang mereka terima adalah uang rakyat Jakarta. "Mereka harus sadar bahwa mereka digaji oleh rakyat. Maka sudah pantaslah kalau mereka melayani rakyat," tukas politisi PPP ini. (PK/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com