Dekan FH UKI Hulman Panjaitan Raih Gelar Doktor dengan Yudisium Magna Cumlaude


344 view
Dekan FH UKI Hulman Panjaitan Raih Gelar Doktor dengan Yudisium Magna Cumlaude
Foto Dok
Hulman Panjaitan
Jakarta (SIB)
Dekan FH Universitas Kristen Indonesia Hulman Panjaitan SH MH berhasil meraih gelar doktor pada Sidang Terbuka Promosi Doktor dari Universitas Pelita Harapan yang diadakan secara daring Sabtu (20/2). Hulman Panjaitan lulus dengan yudisium magna cum laude.

Dalam sidang tersebut, Hulman berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Reposisi dan Penguatan Kelembagaan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam Memberikan Perlindungan Hukum Kepada Konsumen dan Menjamin Keseimbangan Kepentingan Konsumen dan Pelaku Usaha”

Dalam disertasinya, Hulman memaparkan penyelesaian sengketa konsumen secara cepat, adil dan biaya murah merupakan dambaan semua pihak, baik oleh pelaku usaha maupun bagi konsumen yang dalam berbagai keadaan mempunyai posisi yang dominan lemah dibanding dengan pelaku usaha.

“Sebagai suatu negara kesejahteraan (welfare state), keadaan ini disadari pemerintah, sehingga pemerintah melakukan intervensi dalam memberikan perlindungan hukum kepada konsumen melalui pembentukan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang didalamnya mengatur Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai suatu lembaga yang khusus menyelesaikan sengketa konsumen dengan pelaku usaha di luar pengadilan,” kata dia.

Hulman melanjutkan tujuan pembentukan BPSK sebagai alternatif penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan adalah dalam rangka tercapainya penyelesaian sengketa konsumen secara cepat, murah dan adil.

Sebab itulah, UUPK banyak memberikan manfaat dan kemudahan kepada konsumen dalam menyelesaikan sengketanya melalui BPSK, di antaranya biaya yang murah dan waktu yang relatif lebih cepat dan beban pembuktian terbalik dalam perkara-perkara tertentu sesuai pasal 19 UUPK.

“Namun realitas penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK dalam memberikan perlindungan hukum kepada konsumen serta mewujudkan keseimbangan kepentingan konsumen dengan pelaku usaha tidak sesuai harapan. Karena terdapat sejumlah kendala dan permasalahan, di antaranya, kendala kelembagaan, pendanaan, harmonisasi dan konsistensi peraturan perundang-undangan dan sumber daya manusia,” beber dia.

“Berdasarkan sejumlah kendala dan permasalahan yang dialami BPSK tersebut, dalam rangka pemberian perlindungan hukum kepada konsumen dan menjamin keseimbangan kepentingan konsumen dan pelaku usaha, maka secara kelembagaan BPSK perlu direposisi dan diberi penguatan. Dan memperhatikan belum adanya disertasi atau penelitian setara disertasi yang membahas dan melakukan kajian terhadap reposisi dan penguatan kelembagaan BPSK sebagai akibat kelemahan dan kendala yang dialaminya sehingga tidak mampu memberikan keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan sebagai wujud perlindungan hukum kepada konsumen,” pungkasnya.

Sidang Promosi Doktor tersebut dipimpin Ketua Sidang: Dr (Hon) Jonathan L Parapak, MEngSc, Promotor Prof Dr Nindyo Pramono SH MS dan Ko-Promotor Assoc Prof Dr Henry Soelistyo Budi SH LLM. Sedangkan Oponen Ahli yakni Prof Dr Bintan R Saragih SH Prof Dr Basuki Rekso Wibowo SH MS, Prof Dr IBR Supancana, SH MH, Prof Dr Rosa Agustina, SH MH dan Dr Dhaniswara K Harjono SH MH MBA. (J03/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com