DPP KMDT Lantik Enni Martalena Pasaribu Jadi Ketua DPW Sumut

Gubernur Sumut Soroti Produksi Ulos Masih Impor Benang Bahan Baku dari India


321 view
Gubernur Sumut Soroti Produksi Ulos Masih Impor Benang Bahan Baku dari India
Foto: SIB/Danres Saragih
KMDT SUMUT : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama isteri, Nawal, Ketua TP-PKK Sumut, diapit Ketua DPRD SU Baskami Ginting dan Ketua DPW KMDT Sumut Enni Martalena Pasaribu, berpose sejenak usai pelantikan sebelum dimulainya dialog FGD tentang Pariwisata dan UKM Kreatif Kawasan Danau Toba. Paling kiri dan kanan adalah Martua Sitorus Ketua KMDT Riau dan Dr Binsar Situmorang salah satu Wakil Ketua.
Medan (SIB)
Dewan Pimpinan Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (DPP KMDT) akhirnya mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KMDT Provinsi Sumut dan melantik Enni Martalena Pasaribu SH sebagai Ketua DPW bersama 100-an pengurus, mulai dari barisan dewan penasehat, dewan pakar dan pengurus harian.

"KMDT ini sebenarnya sudah berdiri setahun dan sudah membentuk cabang di tujuh daerah kabupaten kawasan Danau Toba. Untuk tingkat provinsi atau DPW Provinsi Sumut memang baru hari ini bisa dilantik, karena kita bersosialisasi intensif menghimpun seluruh elemen masyarakat termasuk pakar dan cendikiawan dari kalangan para rektor semua PTS-PTN di Sumut ini," ujar Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung MM di sela-sela pelantikan di aula utama (grand ball room) Hotel Danau Toba Medan, Kamis (4/3).

Hadir di acara itu Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, staf ahli Menparekraf RI Henki Manurung, Ketua Umum Komite Independen Batak (KIB) Captain R Tagor Aruan, Ketua Harian Badan Geopark Kaldera Toba (TC-UGG) Ir Mangindar Simbolon, Ketua KMDT Riau Martua Sitorus dan para pejabat Forkopimda yang mewakili Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda Sumut, Kajati Sumut, BPODT dan DPD RI dari Jakarta. Hadir juga secara virtual (zoom), Ketua MPR RI Bambang Susatyo, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi hadir seusai pelantikan (jam 11.55 WIB) pada saat ketua terpilih Enni Martalena sedang menyampaikan kata sambutan. Akibatnya sebagian peserta dan undangan sempat terheran menyaksikan Ketum DPP Edison Manurung tergopoh-gopoh menyambut kedatangan Gubernur Edy di pintu masuk aula. Sejumlah peserta dan undangan justru memanfaatkan momen itu untuk berfoto-foto ria, karena Edy bersama isterinya Nawal selaku Ketua TP-PKK Sumut terlebih dulu menyinggahi stan pameran Ulos Batak dan produk-produk UKM daerah Toba di ruang acara. Suasana ini sempat membuat pihak sekuriti menegur para undangan yang sempat melepaskan maskernya ketika berfoto-foto.

"Dengan terbentuknya KMDT (DPW Sumut) ini, kita berharap ada terobosan untuk pengembangan pariwisata Danau Toba, karena kita Pemprov Sumut memang siap bergandeng tangan, misalnya mencari solusi atas hilangnya ikan pora-pora dari Danau Toba dan juga masalah produksi ulos yang hingga kini masih impor benang bahan bakunya dari India. Lalu, banyak pihak yang menanyakan saya soal usaha keramba (jaring apung ikan tilapia di Danau Toba) yang belum ditutup, saya bilang itu wewenang Jakarta (pemerintah pusat)," ujar Edy Rahmayadi singkat dalam pidato sambutan tanpa teks walau ajudannya telah menyerahkan naskah, tapi Edy langsung melipat dan mengantonginya lalu pamit meninggalkan ruang acara.

Sesi diskusi (FGD) usai rehat pelantikan tampak berlangsung hambar. Selain karena pesertanya tinggal separuhan, juga karena moderator hanya memberikan kesempatan satu orang saja di sesi tanya-jawab usai paparan yang menampilkan pembicara Henki Manurung Deputi Menparekraf, Jupiter Manalu DPP KMDT dan pejabat mewakili BPODT. (A05/A13/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com