Pasukan Khusus Bentukan Kapolri Dikirim Tumpas KKB di Puncak Papua

* 2 Jenazah Guru yang Ditembak Dievakuasi ke Timika Disambut Tangis Keluarga

394 view
Pasukan Khusus Bentukan Kapolri Dikirim Tumpas KKB di Puncak Papua
Foto : Dok/Sindonews
TIBA: Jenazah dua guru yang ditembak mati oleh KKB atau OPM tiba di Terminal UPBU Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua.
Jayapura (SIB)
Polda Papua kirim 1 pleton Brimob untuk mempertebal Polsek Beoga, Kabupaten Puncak Papua. Penebalan personel dilakukan usai penembakan 2 guru di daerah itu.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fachiri menyebutkan saat ini Brimob Pamrahwan sudah berada di Polsek Beoga sebanyak 25 personel.

“Kami tetap melakukan penegakan hukum terhadap KKB yang melakukan penembakan. Pelaku adalah KKB pimpinan Sabinus Waker,” jelas Kapolda, Sabtu (10/4).

Kapolda menyebutkan penegakan hukum kepada KKB akan dilakukan oleh Satgas Nemangkawi bentukan oleh Kapolri.

“Satgas Nemangkari sudah berada di Ilaga dan akan bergerak ke Beoga, untuk melakukan penegakan hukum yang terukur,” katanya.

Sebelumnya KKB Papua, Sabinus Waker melakukan penembakan kepada 2 orang guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Papua.

Kepolisian setempat menyebutkan Sabinus Waker melakukan perjalanan ke Beoga, atas undangan dari KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

"Saya sebut ini aksi yang brutal, sebab KKB melakukan penembakam terhadap 2 orang guru yang ikut mencerdaskan generasi muda Papua, khususnya di Beoga," Mathius menambahkan.

Disambut Tangis
Dua jenazah guru korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Oktovianus Roya dan Yonatan Randen, telah dievakuasi ke Timika. Keluarga menyambut haru kedatangan dua jenazah tersebut.

Pantauan di lokasi, jenazah Oktovianus dan Yonatan tiba Terminal UPBU Bandara Mozes Kilangin, Timika, pada Sabtu (10/4) pukul 12.32 WIT. Selain keluarga, warga Toraja di Mimika turut menyambut jenazah dan selanjutnya dikawal menuju RSUD Mimika.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy mengungkapkan, Oktovianus mengalami luka tembak di perut dan rusuk dan langsung meninggal di lokasi kejadian. Sementara Yonatan mengalami luka pada bagian dada sebelah kanan dan kiri dan meninggal di lokasi kejadian.

"Yang bersangkutan merupakan korban penembakan oleh KKB Kodap III Kemabu Intan Jaya (kelompok Sabinus Waker)," ujar Iqbal dalam keterangan tertulisnya.

Oktovianus merupakan guru SD Yulukoma, Distrik Beoga, sementara Yonatan ialah guru honorer SMP Negeri 2 Beoga. Oktovianus diketahui diserang KKB pada Kamis (8/4) lalu, sementara Yonatan ditembak sehari setelahnya saat akan mengambil perlengkapan pemulasaraan jenazah Oktovianus.

"Kejadian tersebut berawal pada saat kedua korban (Yonatan) berencana mengambil terpal yang akan digunakan untuk alas jenazah korban Sdr Oktavianus Rayo di rumah dinas Kepala SMP Negeri 2 Beoga," tuturnya.

Selain menembak kedua korban, KKB membakar bangunan SMP Negeri 2 Beoga dan SMA Negeri 2 Beoga.

"Proses evakuasi jenasah korban penembakan sempat terkendala dan terhambat karena tidak adanya penerbangan disebabkan pihak maskapai tidak berani (merasa takut) terbang ke wilayah Distrik Beoga untuk mengevakuasi korban menuju Kabupaten Mimika dikarenakan tidak adanya jaminan keamanan pada saat akan mendarat di Distrik Beoga," jelasnya. (kumparan/detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com