Peringati Hari Musik Nasional PARBI Gelar Aksi Simpatik


400 view
Jakarta (SIB) - Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret, Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) menggelar aksi simpatik turun ke jalan dengan mensosialisasikan Hari Musik Nasional sekaligus membagi-bagikan bunga dan stiker kepada para pengendara di sekitar Patung Kuda, Jl. Medan Merdeka, Jakarta, Jumat siang (9/3).

Aksi ini juga sekaligus menunjukkan bahwa organisasi PARBI tetap solid.  Para artis Batak yang hadir, antara lain, Herty Sitorus, Hilman Lasidos, Joel Simorangkir, Jens Butarbutar, Amigos Band, Fendy Manurung, Anita Manullang, Putri Hutapea dan kelompok uning-uningan Siahaan Cs.

Koordinator Aksi Simpatik, Robert Marbun, mengatakan tujuan puluhan artis Batak yang tergabung dalam PARBI melakukan aksi simpatik ini, di antaranya, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret. Agar tidak mengganggu lancarnya lalu lintas di jalan raya, menurut Robert, PARBI sengaja membatasi jumlah massa.

"Kalau tidak dibatasi bisa ratusan yang hadir. Bisa bikin macet juga nantinya di seputaran Jalan Medan Merdeka," jelas dia.

Setiap tahun, menurut Robert, PARBI turut merayakan Hari Musik Nasional. Dan ini pertama kalinya, PARBI aksi simpatik turun ke jalan.

Aksi simpatik dengan memberikan bunga dan stiker ini, ujar dia, merupakan sebagai penghargaan supaya mereka terkenang sehingga Hari Musik ini pun betul-betul tersosialisasi secara nasional.

"Kami berharap pemerintah memperhatikan kehidupan para musisi secara nasional, dan juga kehidupan musisi Batak supaya kehidupan kami itu lebih sejahtera seperti artis-artis di luar negeri. Juga, agar pemerintah membasmi pembajakan yang masih marak," tegas dia.

Sementara Ketua Umum PARBI, Andi Situmorang, berharap melalui aksi simpatik ini, pemerintah lebih serius memperhatikan industri musik nasional agar lebih maju, sekaligus memperhatikan pelaku musik, khususnya para artis Batak.

"Kami berharap upaya pemerintah untuk memajukan ekonomi kreatif yang terkait dengan seni, budaya dan pariwisata agar lebih banyak melibatkan para musisi dan seniman, termasuk Artis Batak," kata dia.

"Pemerintah juga agar lebih serius memberantas pembajakan yang sudah lama namun belum juga ditumpas habis. Pembajakan, baik yang kelihatan semisal dalam bentuk VCD dan CD maupun yang tidak kelihatan melalui media sosial. Inilah yang telah 'mematikan' banyak seniman untuk berkarya," imbuh dia.

Ditambah lagi, ujar Andi, di era digital pembajakan pun terjadi dimana karya para musisi dan seniman dimanfaatkan dan disebarkan melalui Youtube.
"Mereka mendapatkan penghasilan, sementara kami sendiri tidak mendapatkan. Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan hal ini dengan mengeluarkan aturan-aturan yang terkait terkait persoalan ini," tandasnya.(J03/Victor/d)


Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com