Program MOW BKKBN Sumut Terganjal Pandemi Covid-19


181 view
Foto: Ist
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega dan Sekretaris Yusrizal Batubara.
Medan (SIB)
Program Keluarga Berencana (KB) khususnya soal Tubektomi atau Metode Operasi Wanita (MOW) akhirnya terganjal akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Drs Temazaro Zega, MKes kepada wartawan di Medan, Selasa (13/10).

Diakuinya, di masa pandemi Covid-19 ini permintaan MOW cukup tinggi dari masyarakat.

"Namun, kami mohon maaf semuanya terganjal akibat pandemi, dimana tenaga kesehatan menunda melaksanakan program MOW itu,” ungkap Temazaro.

Karenanya, target MOW sebanyak 1507 akseptor akhirnya dialihkan ke Implan atau Metode Operasi Pria (MOP). Praktis kini hanya 200-an MOW yang disiapkan BKKBN Perwakilan Sumut.

“Namun, untuk MOP lebih mungkin dilakukan namun tetap dengan Protokol kesehatan. Sehingga kami satukan jumlah MOW tadi ke MOP,” jelas Temazaro.

Begitupun, lanjutnya, pihaknya terus melakukan kampanye untuk menunda kehamilan dan pelayanan di masa Pandemi Covid-19.
“Jadi, bagi calon akseptor yang hendak ber-KB juga sekarang ini harus dengan janji terlebih dahulu dengan kader atau penyuluh dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain permintaan masyarakat yang harus dipenuhi, kader dan penyuluh juga membentuk grup media sosial. Sehingga setiap informasi pelayanan dan pemberian pelayanan bisa diakomodir.

“Banyak aplikasi yang dikembangkan untuk pelayanan KB. Kampanye utama tetap tunda kehamilan, namun untuk MOW masih ditunda. Meskipun tinggal 200 saja MOW yang tersisa,” kata Temazaro.

Pihaknya, lanjut Zega kembali, sudah buat komitmen, mulai Oktober sampai Desember berlangsung bakti sosial kesatuan gerak PKK Bangga Kencana kesehatan untuk mengendalikan masyarakat mengatur kelahirannya.

"Maka, tunda dulu kehamilan selama masa pandemi ini. Kita juga pastikan ketersediaan alat kontrasepsi (Alkon) di fasilitas kesehatan juga memberikannya di praktek bidan mandiri secara cuma cuma untuk memberi pelayanan ke masyarakat. Juga mempromosikan melalui program GenRe. Pelayanan KB selalu diberikan dengan mengikuti protokol kesehatan," pungkas Zega. (M05/c)