Dampak Pandemi Covid-19

Rektor UKI : 2021 akan Terjadi Booming Sengketa


453 view
Rektor UKI : 2021 akan Terjadi Booming Sengketa
Foto: SIB/Victor Ambarita
DISKUSI “OUTLOOK INDONESIA 2021 : Peluang dan Tantangan di Bidang Ekonomi, Sosial Politik dan Hukum” yang digelar di Kampus UKI Cawang, Jakarta, Kamis (18/12). Dari kanan : pakar hubungan internasional Angel Damayanti SIP MSi MSc PhD, pakar ekonomi keuangan Prof Ir Roy HM Sembel MBA PhD CSA, pakar hukum pembangunan ekonomi Dr Dhaniswara K Harjono SH MH MBA dan pakar hukum bisnis Dr (Cand) Hulman Panjaitan SH MH serta moderator Dr rer pol Ied Veda R Sitepu SS MA.
Jakarta (SIB)
Pakar Hukum Pembangunan Ekonomi Dr Dhaniswara K Harjono SH MH, MBA, memprediksikan salah satu tantangan hukum di Indonesia 2021 adalah akan terjadi booming sengketa akibat dampak terjadinya pandemi Covid-19.

“Hitungan atau ramalan saya pada tahun 2021 akan terjadi booming sengketa. Saat ini, yang terjadi memang diberikan tenggang waktu terkait persoalan hukum dan bisnis. Bahkan, jika diamati sebetulnya sudah terjadi wanprestasi di mana-mana. Namun karena kondisi masih wabah Covid, semua tidak menggugat dan melaporkan kepada penegak hukum. Sebab itu, perlu dicarikan jalan keluarnya,” ujar Dhaniswara yang juga Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam diskusi “Outlook Indonesia 2021” di Kampus UKI Cawang, Jakarta, Jumat (18/12).

Selain Dhaniswara, diskusi yang berbicara tentang “Peluang dan Tantangan di Bidang Ekonomi, Sosial Politik dan Hukum 2021” tersebut juga menghadirkan pembicara Pakar Ekonomi Keuangan yang juga Dosen FEB UKI Prof Ir Roy HM Sembel, MBA PhD, CSA, Pakar Hukum Bisnis yang juga Dekan Fakultas Hukum UKI Dr (Cand) Hulman Panjaitan, SH, MH dan Pakar Hubungan Internasional yang juga Dekan FISIP UKI Angel Damayanti SIP, MSi, MSc, PhD.

Lebih lanjut Dhaniswara mengutarakan hukum sebagai panglima mesti ditegakkan. “Nggak ada ampun bagi penegak hukum yang coba-coba bermain-main hukum. Juga, bagi para pembuat peraturan perundang-undangan jangan hanya bekerja sesuai dengan pesanan sponsor,” imbuhnya.

Sementara Pakar Hukum Bisnis Dr (Cand) Hulman Panjaitan, SH, MH mengatakan Revolusi Industri 4.0 yang mempercepat proses globalisasi dan liberalisasi ini memberikan peluang untuk melakukan inovasi dan kreativitas tanpa batas.

“Pun, peningkatan kualitas produk dalam negeri dan daya saing serta peningkatan mobilisasi investor domestik menjadi begitu penting untuk diperhatikan,” urai Hulman yang juga Dekan Fakultas Hukum UKI ini.

Selain itu, lanjut Hulman, dalam rangka menarik investor asing maka diperlukan pemberdayaan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan pemberdayaan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Juga, pentingnya penciptaan iklim yang kondusif, melalui jaminan kepastian berusaha dan kepastian hukum serta efisiensi waktu,” jelas dia.

Sedangkan tantangan 2021, menurut Hulman, selain kesiapan kualitas produk dalam negeri dan SDM yang unggul, Pemerintah juga mesti mengembangkan dan memberdayakan aturan (Ius constituendum), Alternative Dispute Resolution (alternatif penyelesaian sengketa), Arbitrase dan Online Dispute Resolution (penyelesaian sengketa online).

“Tak kalah penting adalah tantangan budaya hukum yang berkaitan dengan aparat penegak hukum. Karakter, sikap dan pandangan penegak hukum terhadap hukum itu sendiri merupakan tantangan bagi kita,” tandasnya. (J03/Victor/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com