Wapres Ma’ruf Minta Tokoh Agama Gerakkan Moderasi untuk Ciptakan Kerukunan


430 view
Wapres Ma’ruf Minta Tokoh Agama Gerakkan Moderasi untuk Ciptakan Kerukunan
Ma'ruf Amin

Jakarta (SIB)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan moderasi beragama merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan. Ma'ruf meminta agar tokoh agama menggerakkan pemahaman moderasi ini.

"Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Moderasi merupakan kebajikan yang mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga, dan masyarakat," kata Ma'ruf Amin dalam Rakornas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar secara virtual, Selasa (3/11).

Ma'ruf mengatakan FKUB adalah unsur strategis untuk menyebarluaskan moderasi. Hal itu diharapkan bisa mencegah terjadinya konflik dan radikalisme. "Peran strategis FKUB perlu didorong untuk dapat meningkatkan penyebar-luasan moderasi beragama di kalangan umat sehingga dapat mencegah konflik dan radikalisme beragama dalam kerangka kerukunan umat beragama," jelasnya.

Ma'ruf juga meminta agar tokoh agama menggerakkan pemahaman moderasi beragama ini. Hal itu dapat diterapkan dalam keyakinan maupun langkah nyata. "Saya mengharapkan para tokoh agama mampu menjadi jembatan strategis bagi umat untuk menggerakkan moderasi beragama ini, baik dalam keyakinan dan pemahaman keagamaan maupun tindakan konkret dalam melakukan pencegahan, mediasi, dan penyelesaian konflik antarumat beragama," kata dia.

"Tokoh agama juga diharapkan mampu menempatkan posisinya sebagai modal sosial yang amat penting bagi bangsa untuk mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia," sambungnya.

Ma'ruf juga mengatakan pemahaman moderat itu membuat umat Islam bisa menerima Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) sebagai negara kesepakatan. Kesepakatan ini telah dibangun oleh pendiri bangsa.

"Melalui pemahaman moderat tersebut umat Islam bisa menerima NKRI sebagai konsensus nasional, yaitu Negara Kesepakatan atau negara konsensus yang dibangun dan disepakati oleh founding fathers, di mana sebagian dari mereka adalah ulama dan tokoh agama," tuturnya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com