25% Aset Perusahaan Asuransi Wajib Diasuransikan di Dalam Negeri


303 view
Jakarta (SIB)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan asuransi untuk menyimpan asetnya berupa dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) di dalam negeri paling tidak 25%.

Selama ini, perusahaan asuransi dalam negeri hanya menyimpan 10% asetnya di dalam negeri, selebihnya lebih banyak disimpan di perusahaan reasuransi asing, yaitu perusahaan yang mempertanggungkan kembali sejumlah risiko oleh suatu perusahaan asuransi kepada perusahaan asuransi lainnya.

"Reasuransi nanti kita tingkatkan ada 25%, sekarang masih 10%," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Firdaus Djaelani saat ditemui di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (19/1).

Dia menjelaskan, masih banyaknya perusahaan asuransi mengasuransikan asetnya di perusahaan reasuransi asing karena kapasitas perusahaan reasuransi di dalam negeri masih minim.

Untuk itu, wacana penggabungan alias merger perusahaan reasuransi dalam negeri masih terus didorong.

"Sudah dibentuk untuk menguatkan. Merger dalam proses, nunggu Peraturan Pemerintah (PP) keluar, kan mereka yang ngatur," katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad juga mendorong perusahaan asuransi untuk menggunakan jasa perusahaan reasuransi dalam negeri. Pasalnya, selama ini masih banyak perusahaan asuransi menggunakan layanan perusahaan reasuransi asing sehingga menyebabkan defisit neraca jasa.

"OJK juga sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan kapasitas reasuransi nasional guna mengurangi pengiriman dana kepada perusahaan reasuransi luar negeri yang cukup besar dan turut menyumbang defisit neraca jasa," tandasnya. (detikfinance/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com