Bank Digital Ramai Bermunculan, Apa Bedanya dengan yang Biasa?


140 view
Foto: detik
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Bank digital saat ini mulai bermunculan di industri perbankan nasional. Mulai dari Bank Digital BCA, Bank Neo Commerce, sampai Bank Jago.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengungkapkan bank digital ini tidak memiliki kantor yang banyak. Berbeda dengan bank konvensional pada umumnya.

Kemudian bank digital juga melakukan analisa kredit menggunakan teknologi. Jadi tak ada lagi analisa kredit secara biasa yang menggunakan banyak kertas dan transaksi fisik seperti tanda tangan di atas kertas.

Heru mengatakan OJK akan menerbitkan aturan terkait bank digital ini pada semester I.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Indra Gupta Siregar mengungkapkan bank digital ini hadir untuk membidik milenial. Apalagi saat ini milenial memiliki gaya hidup yang serba digital, misalnya belanja, persiapan perjalanan, sampai kesehatan menggunakan aplikasi.

Menurut Kharim dengan bank digital, masyarakat tak perlu lagi datang ke bank karena layanan sudah ada di dalam genggaman.

"(Bank digital) punya keunggulan, waktu lebih cepat dan memberikan solusi finansial di segmen menengah," tambah dia.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengungkapkan transaksi di bank digital seluruhnya menggunakan teknologi.

"Bank digital prosesnya dari awal sampai akhir seamless dan menggunakan teknologi. Ya memang karena tech bank yang prosesnya berbasis teknologi," kata dia.

Tjandra mengungkapkan di bank digital core banking yang digunakan memang semuanya menggunakan teknologi. Hal ini karena bank ingin memberikan experience ke nasabah terkait layanan digital secara penuh.

Dia menambahkan nasabah nantinya bisa menggunakan mobile banking untuk membuka rekening tanpa harus verifikasi menggunakan video call atau ke kantor cabang. "Ke depan bank digital ini akan memberikan customer on boarding jadi tak ada lagi video call dan ke kantor cabang, jadi simpel step cukup dengan mobile apps," ujar dia.

Dalam pembukaan rekening di mobile apps ini bank akan menggunakan electronic KYC untuk prosesnya. "Lalu ada juga biometrik dan bisa tanpa interview pembukaan rekening," jelas dia.

Untuk keamanan, Tjandra menyebut bank digital memastikan hal tersebut adalah perhatian utama. Keamanan akan ditingkatkan karena memang ada proses digital yang dilakukan sampai akhir, seperti pengamanan data nasabah akan diutamakan. (detikfinance/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com