Bea Cukai Sikat Mafia Rokok Ilegal, Gappri Berterima-kasih


189 view
Bea Cukai Sikat Mafia Rokok Ilegal, Gappri Berterima-kasih
Foto: dok DJBC Kepri
Rokok ilegal yang diselundupkan di perairan Riau
Jakarta (SIB)
Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) menyambut baik tindakan tegas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terhadap pelaku penyelundupan rokok. Mereka mengapresiasi sekaligus berterima-kasih atas aksi yang dilakukan petugas DJBC.

DJBC sendiri kemarin telah menyita 7,2 juta batang rokok ilegal yang diselundupkan di perairan Riau dengan aksi heroik. Jutaan batang rokok tersebut akan menimbulkan kerugian negara Rp 7,6 miliar jika lolos diselundupkan.

Ketua Umum Gappri Henry Najoan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas tindakan tegas yang telah diambil pemerintah, khususnya Bea Cukai yang menghalau masuknya rokok ilegal sehingga menjamin keadilan bagi para pelaku usaha lainnya yang tunduk pada peraturan perundang-undangan.

"Upaya konsisten dan serius yang dilakukan oleh Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya sangat penting mengingat dampak dari keberadaan rokok ilegal tidak hanya berupa ketidakadilan bagi para pelaku usaha yang legal, tetapi juga industri secara keseluruhan termasuk petani dan pekerja legal," tegas Henry Najoan, Minggu (17/1).

Gappri menyadari bahwa perjuangan menahan laju peredaran rokok ilegal adalah perkara yang sangat menantang dan kerapkali mempertaruhkan nyawa.

Menurut Henry Najoan, tindakan tegas yang dilakukan petugas untuk menegakkan hukum perlu dilakukan, terlebih karena para pelaku telah terus menerus melakukan upaya penyelundupan rokok ilegal terlebih upaya tersebut dibarengi dengan kekerasan.

Henry menegaskan, Gappri yang mengayomi ratusan perusahaan rokok legal terus berkomitmen untuk senantiasa menjaga kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan membantu memberikan edukasi masyarakat terkait peredaran rokok ilegal.

"Kami mendukung upaya Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya untuk memberantas rokok ilegal yang merugikan penerimaan negara," tutupnya. (detikfinance/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com