Bos BI Prediksi Ekonomi Kuartal IV Mulai Positif

* Rupiah Bakal Terus Menguat

176 view
Achmad Dwi Afriyadi/detikcom
Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo 
Jakarta (SIB)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV tahun ini diprediksi bisa kembali positif. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan hal ini karena belanja pemerintah yang terus meningkat.

Dia optimis jika pemulihan ini bisa terjadi dan membaik dibandingkan kuartal III atau kuartal II.

"Kami melihat dengan berbagai indikator dan belanja pemerintah bisa terus meningkat. InsyaAllah kuartal IV ini pertumbuhan mulai positif meski belum tinggi," kata Perry dalam rapat virtual dengan DPR, Kamis (12/11).

Memang perekonomian Indonesia pada kuartal III tercatat -3.,49%. Meskipun terkontraksi angka ini masih lebih baik dibandingkan kuartal II 2020 yang minus sebesar -5,32%.

"Semua komponen membaik terutama karena ekspansi percepatan realisasi anggaran, sehingga konsumsi pemerintah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Menurut Perry, perbaikan ini juga didorong oleh mulai membaiknya ekonomi global. Tahun ini ekonomi dunia diproyeksi -38% dan tahun 2021 bisa kembali positif.

Perry mengungkapkan, setiap negara memiliki waktu pemulihan ekonomi yang berbeda. Hal ini tergantung dari cara negara untuk menangani pandemi Covid-19 melalui instrumen fiskal hingga moneter.

"China lebih awal untuk pulih, demikian juga emerging market dan negara maju. Kalau China kemungkinan sudah mulai pulih di kuartal IV-2020, dan negara lain baru 2021," ujar dia.

Perry juga menyampaikan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bisa terus menguat. Hal ini dipicu terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) mengalahkan Donald Trump.

“Dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dolar AS tercatat di level Rp 14.187. Kami melihat nilai tukar masih berpotensi menguat. Kami melihat bahwa level sekarang secara fundamental masih undervalued," katanya.

Dia menjelaskan penguatan rupiah masih akan berlangsung karena melihat inflasi dan defisit transaksi berjalan yang rendah saat ini.
Perry mengungkapkan daya tarik aset keuangan domestik dinilai masih sangat baik bagi investor. Dengan demikian, aliran dana asing yang masuk bisa terus bertambah pula. "BI akan perkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah agar mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," jelas dia. (detikfinance/f)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com