Bursa Saham AS Rontok, Kekayaan 500 Miliarder Tergerus Rp 1.539 Triliun

* Bursa Dunia Kompak Berjatuhan

377 view
New York (SIB) -Bursa saham AS melemah tajam pada perdagangan Senin (5/2) waktu setempat atau Selasa (6/2) WIB. Ini membuat kekayaan 500 orang paling kaya di dunia ikut tergerus.

Bloomberg mewartakan, total kekayaan 500 orang yang tergerus akibat pelemahan indeks saham AS mencapai 114 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.539 triliun (kurs Rp 13.500 per dollar AS). Anjloknya indeks saham disebabkan hilangnya optimisme terkait pemangkasan pajak pada Januari 2018 lalu dan digantikan oleh kekhawatiran mengenai inflasi.

Pimpinan dan pendiri Berkshire Hathaway Inc sekaligus orang terkaya ketiga di dunia Warren Buffett terpukul paling keras. Kekayaan Buffett melayang 5,1 miliar dollar AS menurut Bloomberg Billionaires Index.

Berkshire Hathaway merupakan pemegang saham terbesar bank besar AS Wells Fargo. Saham Wells Fargo ambrol 9,2 persen, terbesar dalam indeks saham S&P 500.

Bloomberg Billionaires Index melaporkan, ada 18 miliarder yang kehilangan kekayaan lebih dari 1 miliar dollar AS di hari itu. Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, kehilangan kekayaan sebesar 3,6 miliar dollar AS.

Orang terkaya di dunia dan CEO Amazon Inc Jeff Bezos pun tak bisa menghindar dari petaka tersebut. Kekayaannya merosot 3,3 miliar dollar AS menjadi 116,4 miliar dollar AS lantaran saham Amazon melemah 2,8 persen.

Sementara itu, duo pendiri dan pimpinan Alphabet Inc Larry Page dan Sergey Brin masing-masing kehilangan kekayaan sebesar 2,3 miliar dollar AS.

Merosotnya kekayaan para miliarder dunia ini terjadi sejak Jumat (2/2) lalu. Hari itu, total kekayaan 500 miliarder dunia hilang 68,5 miliar dollar AS.

Bursa Dunia Kompak Berjatuhan
Bursa saham sedunia tampaknya tengah dirundung sentimen negatif tampak dari lajunya yang kompak anjlok sangat dalam.

Indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam zona merah pada perdagangan Senin (5/2). Indeks Dow Jones terkoreksi 4.60% ke level 24,345,75, S&P500 melemah 4.10% ke level 2,648,94, dan Nasdaq turun 3.78% ke level 6,967,53.

Bursa saham regional Asia tak luput dari pelemahan. Siang kemarin bursa-pursa regional anjlok dalam. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam mencapai 1.000 poin lebih atau anjlok 5,48%.

Berikut situasi di bursa regional:
Indeks Nikkei 225 turun 1.214 poin (5,35%) ke level 21.468,660, Indeks Hang Seng tergelincir 1.354,900 poin (4,16%) ke level 30.912,631, Indeks Komposit Shanghai melemah 104,410 poin (2,95%) ke level 3.384,520 dan Indeks Strait Times menurun 110,550 atau (3,19%) ke level 3.371,670.

Apa pemicunya?
Riset OSO Securities yang dikutip detikFinance, Selasa (6/2) mencatat, Indeks utama AS tertekan dikarenakan timbulnya kekhawatiran pasar terkait kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat.

"Pasar meyakini bahwa kondisi tenaga kerja yang baik serta inflasi yang diperkirakan tumbuh lebih tinggi akan meningkatkan suku bunga The Fed diluar perkiraan," bunyi riset tersebut.

Selain itu adanya ketidakstabilan politik AS terkait 'Delegitimasi' Presiden Trump turut menjadi pemberat indeks.

"Sementara dari pasar komoditas, harga minyak mentah melemah 0,87% ke level US$ 63,59 perbarel. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya produksi minyak mentah Amerika Serikat," tulis riset itu lagi. (detikfinance/Kps/d)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com