DKI Dikepung Banjir, Pengusaha Sebut Kerugian Ditaksir Triliunan Rupiah


409 view
(Ayojakarta.com)
Ilustrasi banjir 
Jakarta (SIB)
DKI Jakarta dikepung banjir akibat hujan deras. Hal itu turut menyebabkan dunia usaha merugi. Menurut perkiraan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), kerugian yang dialami bisa mencapai triliunan rupiah.

"Kami masih mendata UMKM yang ada di Hipmi, tentunya ini kami prediksi sudah bisa mencapai ratusan miliar juga hingga mungkin triliunan," kata Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming kepada detikcom, Minggu (21/2).

Tapi itu masih angka kasar. Sebab, pihaknya masih melakukan pendataan. Setidaknya dari sisi operasional saja, kerugian yang ditaksir bisa mencapai Rp 6 miliar. Itu dengan asumsi ada 300 toko yang terdampak banjir.

"Kami bisa memprediksi kalau dari value operasional karena tidak bisa beroperasi, kalau misalkan ada 300 toko yang tidak beroperasi, omzetnya satu toko Rp 20 juta berarti lebih kurang ada Rp 6 miliar kerugian kalau dari sisi operasional," sebutnya.
Tentu saja kerugian yang dialami dunia usaha tidak hanya dari sisi operasional. Sebab, banjir turut merusak aset-aset yang dimiliki pelaku bisnis.

"Tapi tentunya ini bukan hanya sisi operasional, ini sisi aset dan lain-lainnya ini sangat terdampak karena kami lihat di sosial media memang banyak potensi kerugian yang dialami oleh masyarakat Jakarta pada banjir tahun 2021 ini," tambahnya.

MAL SEPI
Pengunjung pusat perbelanjaan di DKI Jakarta mengalami penurunan karena banjir. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan rata-rata penurunan pengunjung 10-20%.

"Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta kemarin turun sekitar 10%-20% akibat banjir yang terjadi di beberapa wilayah ibu kota dan juga di beberapa wilayah sekitar Jakarta," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPBI Alphonzus Widjaja.

Penurunan tingkat kunjungan, lanjut dia juga mengakibatkan penurunan tingkat penjualan. Tapi, angka pastinya belum bisa diinformasikan karena memerlukan waktu untuk pendataan jumlah penjualan.

Dihubungi terpisah, Ketua APPBI DPD Jakarta Ellen Hidayat membenarkan bahwa trafik pengunjung kemarin lebih rendah dari biasanya, khususnya di pusat perbelanjaan yang berada di titik banjir.

"Juga adanya bagian jalan yang banjir untuk menuju mal sehingga membuat akses sulit dicapai. Bila tidak penting sekali umumnya masyarakat tidak bepergian. Selain banyak juga karyawan yang terjebak banjir sehingga tidak bisa keluar dari area pemukiman mereka," papar Ellen.

Dirinya juga belum bisa memberitahu angka kerugian materil akibat menurunnya jumlah pengunjung. Dia belum memiliki data soal itu. (detikfinance/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com