Diburu Investor, Kopi Komoditas Paling 'Seksi' Setelah Emas


193 view
Foto: iStock
Ilustrasi
Cirebon (SIB)
Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menyebutkan kontrak berjangka kopi tetap berjaya selama masa pandemi. Bahkan, BBJ memprediksi komoditas kopi terus meningkat hingga akhir 2020.

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan kontrak komoditas kopi sepanjang tahun ini meningkat hingga 20 persen lebih dibandingkan tahun sebelumnya, dalam periode yang sama.

"Ini kontrak kopinya, bukan fisiknya. Sampai sekarang masih ada pertumbuhan, mencapai 20 persen. Bahkan, mendekati 30 persen dibandingkan tahun lalu," kata Stephanus kepada awak media usai menghadiri pra pembukaan kantor PT Equityword Futures (EWF) cabang Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Stephanus menyebutkan kontrak berjangka kopi menempati urutan kedua dalam bursa berjangka. Bukti bahwa kontrak kopi masih menjadi primadona investor. "Urutan pertama ada kontrak emas, kedua kontrak kopi," kata Stephanus.

Stephanus memprediksi komoditas kontrak emas tetap menjadi sasaran investor hingga akhir 2020. Pertumbuhan kontak emas mencapai 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami perkirakan sampai akhir tahun 2020, (kontrak emas) kami perkirakan akan bertumbuh di atas 40 persen dibandingkan dengan tahun yang lalu pada periode yang sama," katanya.

Dia juga memastikan aktivitas investasi di bursa berjangka tak terpengaruh dengan pandemi Covid-19. Bahkan, lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami ini unik. Kami ini memperdagangkan komoditas baik yang keras, maupun yang halus. Seperti kontrak keuangan, perkebunan, tambang dan lainnya. Paling tinggi saat ini pertumbuhannya adalah kontrak emas," kata Stephanus.

Sementara itu, Pimpinan Cabang EWF Cirebon Ernest Firman mengatakan optimis bisa menarik investor dari Cirebon dam sekitarnya. Kendati pialang berjangka merupakan kategori investasi yang berisiko.

"Kita ini merupakan pilihan alternatif investasi yang menjanjikan. Terlebih dengan fenomena kenaikan harga emas pada masa pandemi sekarang. Namun demikian, setiap nasabah juga harus memperhatikan manajemen risiko dan jeli melihat bahwa perusahaan pialang berjangka. Perusahaan pialang yang dipilih harus terdaftar dan resmi diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI)," kata Ernest.

Ernesta mengatakan bentuk tanggung jawab sosial EWF Cirebon kepada masyarakat dan nasabah dengan cara mengedukasi. Agar masyarakat paham tentang bisnis investasi.

"Kami yakin dengan potensi yang ada, setelah resmi beroperasional penuh, maka dalam setahun pertama bisa menarik 400 nasabah baru. Targetnya total volume transaksi sebanyak 100.000 lot," kata Ernest. (detikfinance/a)
Penulis
: Redaksi