Harga Cabai dan Tomat Alami Fluktuasi di Simalungun


196 view
net
ilustrasi
Simalungun (SIB)
Harga tomat mengalami penurunan di tingkat petani Raya, Kabupaten Simalungun. Akibatnya, petani pun merugi.

"Ya, turun dari Rp 4 ribu menjadi Rp 3 ribu per Kg," tutur Sabarinson Purba, petani tomat di Raya, Jumat (16/10).

Menurut dia, fluktuasi harga tomat kerap terjadi. Pada awal April lalu, harganya Rp 2 ribu per Kg. Kemudian, naik menjadi Rp 2.500 hingga Rp 6 ribu. Belakangan turun lagi menjadi Rp 4 ribu hingga Rp 3 ribu per kg.

"Kami belum tahu apa penyebabnya. Mungkin karena permintaan pasar berubah-ubah," urainya.

Sementara itu, harga cabe merah disebut naik signifikan, dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per Kg. Sedangkan, cabe rawit bertahan pada harga Rp 18 ribu.

KEPASTIAN HARGA
Anggota DPRD Simalungun Jon Redikalmen Sidauruk mengatakan, pemerintah patut serius membangkitkan sektor pertanian dengan memberikan jaminan kepastian harga untuk seluruh komoditas pertanian.

"Kalau jaminan kepastian harga diterapkan, maka kesejahteraan petani akan merata. Alam kita sangat luas, tanah kita juga subur," kata Redikalmen di Gedung DPRD Simalungun, Jumat (16/10).

Dijelaskan, problema yang dialami petani bukan karena lahan yang diolah kurang luas atau komoditas yang ditanamnya gagal panen, tetapi disebabkan tidak adanya jaminan harga dari hasil panen.

Katanya, jaminan kepastian harga merupakan salah satu langkah spektakuler membangkitkan sektor pertanian guna mengatasi problema petani yang selama ini kerap mengeluh akibat fluktuasi harga yang tidak menentu.

"Ketika petani panen besar misalnya tomat, harga anjlok. Kenapa, karena momen ini dimanfaatkan tengkulak untuk meraup keuntungan. Tidak ada yang memperhatikan jeritan petani, Tapi, ketika petani panen sedikit, harga meroket," urainya.
Ia berharap, perekonomian petani tidak dalam keterpurukan. (S05/a)
Penulis
: Redaksi