Hasil Terbaru, AstraZeneca 79 Persen Efektif untuk Lansia


168 view
(REUTERS/DADO RUVIC)
Vaksin AstraZeneca diklaim 79 persen efektif untuk mencegah Covid-19 pada lansia dan tidak meningkatkan risiko pembekuan darah setelah uji coba fase III. Vaksin corona AstraZeneca.
Jakarta (SIB)
Vaksin AstraZeneca diklaim 79 persen efektif untuk mencegah Covid-19 pada lansia dan tidak meningkatkan resiko pembekuan darah. Hasil itu diketahui setelah uji coba fase III di Amerika Serikat.

"Uji coba fase III menghasilkan 79 persen efektif mencegah gejala Covid-19 dan 100 persen efektif mencegah penyakit yang parah," kata pihak perusahaan, Senin (22/3).

Uji coba itu melibatkan 32.449 peserta, dengan dua pertiganya menerima suntikan vaksin AstraZeneca.
Para peserta, sekitar 20 persen berusia 65 tahun atau lebih.Sekitar 60 persen peserta uji coba memiliki kondisi kesehatan yang terkait dengan risiko Covid-19 seperti diabetes, obesitas parah, atau penyakit jantung.

"Temuan ini menegaskan kembali hasil sebelumnya yang telah diamati dalam uji coba AZD1222 di semua populasi orang dewasa, namun sangat menarik melihat hasil efikasi yang serupa pada orang di atas 65 untuk pertama kalinya," ujar profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Rochester, Ann Falsey.

"Analisis ini mengakui vaksin AstraZeneca sebagai pilihan vaksinasi tambahan yang sangat dibutuhkan, menawarkan kepercayaan bahwa orang dewasa dari segala usia dapat memperoleh manfaat untuk melindungi diri dari virus," ujar Ann.

Sebelumnya, sejumlah negara menyarankan agar tak menggunakan vaksin AstraZeneca kepada orangtua lantaran kurangnya data di peserta lansia dalam uji coba.

Awal bulan ini, beberapa negara juga menangguhkan penggunaan AstraZeneca karena khawatir dapat menyebabkan pembekuan darah.

Namun Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Eropa meyakini vaksin AstraZeneca masih aman digunakan karena manfaat vaksin itu jauh lebih besar daripada risikonya.

Senada, regulator obat Uni Eropa (EMA) mengatakan vaksin AstraZeneca aman dan efektif. Mereka juga memastikan vaksin itu tidak terkait dengan peningkatan risiko pembekuan darah pada beberapa penerimanya.

Indonesia juga sempat menangguhkan penggunaan AstraZeneca. Namun, pada pekan lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan melanjutkan penggunaan. (CNNI/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com