IMF Memuji Ekonomi RI yang Tahan Banting

* Sri Mulyani: Kedatangan Bos IMF Bukan Tawarkan Utang

577 view
IMF Memuji Ekonomi RI yang Tahan Banting
SIB/ANT/Sigid Kurniawan
KONFERENSI TINGKAT TINGGI EKONOMI GLOBAL: Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) Gubernur BI Agus Martowardojo (kanan), Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (tengah), dan Deputi Perdana Mente
Jakarta (SIB) -International Monetary Fund (IMF) mengapresiasi pencapaian positif yang diperoleh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir di bidang ekonomi dan sosial. Managing Director IMF, Christine Legarde mengatakan di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik adalah waktu yang tepat bagi negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia untuk membenahi ekonomi negara.

"Khususnya dari sisi makro ekonomi, moneter maupun infrastruktur," kata Legarde dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (27/2). 

Dari aspek regional, kata Legarde, negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia dianggap memiliki ketahanan ekonomi yang baik dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lainnya, antara lain dalam pelaksanaan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Hal itu disampaikan Legarde dalam forum High Level Conference yang bertajuk New Growth Models in Changing Global Landscape yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) bersama dengan IMF di Hotel Fairmont, Jakarta. Dalam forum tersebut, BI dan IMF mengangkat pencapaian Indonesia dan berbagai negara-negara ASEAN lain dalam bidang ekonomi, khususnya pertumbuhan ekonomi, diversifikasi ekonomi, dan pengurangan kemiskinan.

Selain Legard, forum itu dihadiri pula Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Gubernur BI, Agus Martowardojo berserta anggota Dewan Gubernur dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam forum itu dibahas pula isu penyesuaian kerangka kebijakan negara-negara di dunia dalam menghadapi kondisi makroekonomi dan struktural saat ini. Selain itu, didiskusikan pula strategi-strategi pengembangan untuk meningkatkan pertumbuhan dalam rangka membangun ketahanan ekonomi di tengah perubahan lingkungan ekonomi global.  

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam pidatonya menyampaikan bahwa Indonesia siap menyelenggarakan event tahunan IMF dan World Bank pada Oktober mendatang. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman bagi seluruh peserta tak hanya terkait pembahasan mengenai topik terkini tetapi juga pengalaman untuk bisa mengetahui kekayaan alam dan budaya Indonesia. 

Konferensi ini merupakan bagian dari Voyage to Indonesia, yaitu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Indonesia menjelang pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group (IMF-WBG AM) 2018 di Nusa Dua, Bali. IMF-WBG AM 2018 diperkirakan akan menghadirkan sekitar 15.000 pengunjung ke Indonesia, yang berasal dari tokoh dan praktisi bidang ekonomi, organisasi, serta media massa internasional.

Bukan untuk Tawarkan Utang
Sementara itu, Sri Mulyani mengaku dirinya kerap memperoleh pertanyaan melalui media sosial perihal kedatangan Lagarde ke Indonesia. Sejumlah warganet bertanya apakah kedatangan Lagarde untuk menawarkan utang kepada Indonesia.

"Di media sosial ditanyakan apa Lagarde mau memberikan pinjaman? Tidak," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Konferensi Tingkat Tinggi bertajuk "New Growth Models in a Changing Global Landscape" di Jakarta, Selasa (27/2).

Sri Mulyani pun mengungkapkan, Lagarde telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan tersebut, Presiden pun telah menyampaikan berbagai pencapaian yang telah ditorehkan Indonesia dalam bidang perekonomian dan sektor lainnya.

Pada akhirnya, Lagarde pun dapat menyampaikan semua pencapaian Indonesia tersebut kepada dunia. Yang akhirnya, dunia dapat memberikan kepercayaan kepada Indonesia terkait kebijakan ekonomi yang mandiri.

Namun demikian, Indonesia juga terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Sri Mulyani pun menuturkan, pemerintah tidak segan pula menyampaikan beragam tantangan yang dihadapi agar dapat menjadi pelajaran untuk memajukan perekonomian bersama. (T/Kps/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com