Indosat dan Tri Jajaki Merger


247 view
Indosat dan Tri Jajaki Merger
Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo. 
Jakarta (SIB)
Dua perusahaan telekomunikasi, Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) tengah melakukan penjajakan untuk kesepakatan merger. Apa dampaknya jika merger kedua perusahaan itu terealisasi?

Menurut Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada para investor di pasar modal menantikan realisasi konsolidasi Indosat dan Tri itu. Sebab hal itu bisa menjadi katalis di pasar saham.

"Pasar masih menunggu kepastian dari kelanjutan penggabungan tersebut," ucapnya, Rabu (24/3).
Menurut Reza, salah satu yang ditunggu yaitu soal mekanisme kolaborasinya, karena akan berpengaruh untuk ke depannya.

Analis Opensignal Francesco Rizzato menyatakan, apabila merger Indosat dan Tri terjadi dapat mengubah peta persaingan operator seluler di Indonesia sekaligus penantang terkuat Telkomsel.

Opensignal sendiri juga telah melakukan analisis apabila merger Indosat dan Tri terjadi. Opensignal melihat bahwa Indosat unggul dalam hal memberikan pengalaman kecepatan download dan upload internet yang lebih baik daripada Tri. Namun dari sisi pengalaman streaming video dan game, Tri jadi yang terdepan ketimbang Indosat.

Sebelumnya, pada tanggal 28 Desember 2020 Menkominfo Johnny G Plate telah menerima surat pemberitahuan Potensi Kombinasi Bisnis (Potential Business Combination) antara PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 melalui penandatanganan Exclusive and Non Legally Binding MoU di antara Ooredoo Q.P.S.C dengan CK Hutchison Holding Limited.

Menkominfo menyambut baik usaha konsolidasi industri telekomunikasi di Indonesia, dengan harapan bisnis telekomunikasi, seperti telepon seluler semakin efisien dan semakin kuat serta mampu mendukung program pemerintah yakni Akselerasi Transformasi Digital di Indonesia.

Dengan terjadinya konsolidasi antar operator seluler ini, diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, Sumber Daya Manusia, management dan kecepatan dalam pengambilan keputusan bisnis, khususnya Capex dan Opex dalam pembangunan infrastruktur TIK di wilayah kerja Non 3T yang saat ini belum selesai dibangun.

Konsolidasi juga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan teknologi baru dan dapat mengawali 5G deployment di Indonesia. (detikFinance/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com