Bisnis Penganan dan Kuliner Menjamur, Tapi Bahan Baku dari Petani Nihil

Kepala BKP SU Suyono: Impor Gandum dan Terigu untuk Bahan Pangan Meningkat


321 view
Medan (SIB)- Bisnis dan produksi aneka jenis kue dan penganan pada berbagai jenis usaha kuliner di Medan belakangan kian melonjak drastis di berbagai bursa niaga (toko-toko roti, kedai makanan-minuman, warung dan kios dadakan, katering, dsb), namun terindikasi sangat minim bahkan nyaris nihil menggunakan bahan baku yang dihasilkan petani lokal.

Praktisi usaha pangan di Sumut, Ir Parlin Manihuruk, menyebutkan kalangan konsumen maupun sejumlah pihak di kota ini bingung dan bertanya-tanya dari mana diperoleh bahan baku produk aneka jenis kue atau roti-roti dan berbagai panganan tersebut, apakah mayoritas menggunakan bahan baku seperti tepung terigu impor atau lokal, atau memang ada dari petani tapi volumenya sangat kecil...?

"Berbagai jenis kue atau panganan dan roti bermunculan di sejumlah bursa niaga, mulai dari toko-toko roti atau kios-kios panganan sampai ke depot-depot dadakan di sepanjang pinggiran jalan. Tapi kita tak tahu dari mana bahan baku mereka. Soalnya, nyaris tak terdengar adanya pasokan atau pesanan bahan baku dari kalangan petani seperti tepung yang terbuat dari ubi, jagung, dsb. Ini berarti bahan baku itu mayoritas tepung impor," ujar Parlin Manihuruk kepada SIB di Medan, Minggu (23/8) kemarin.

Dia mengutarakan hal itu di sela-sela acara ramah tamah bakti sosial dan penyerahan bingkisan pada satu acara dalam rangka HUT ke-70 Tahun RI di Sanggar Sopo Marpingkir Kompleks Perumahan Bumi Tuntungan Kecamatan Kutalimbaru. Pada acara tersebut disajikan makanan minuman yang terbuat dari bahan pangan lokal yang dikerjakan warga setempat, seperti bubur jagung, sop jamur, dan cenil labu.

Selaku pengusaha UKM bidang pangan (CV Crispy Pora-pora), Parlin menilai maraknya bisnis dan produksi aneka jenis kue atau penganan berupa berbagai macam roti atau kue-kue (basah maupun kering) yang dibuat kalangan industri perusahaan maupun usaha keluarga (home industry) itu, setidaknya paralel dengan maraknya permintaan bahan baku dari kalangan petani di daerah ini.

Dia mencontohkan, sejumlah jenis panganan atau kue yang disebutkan penjualnya sebagai kue jagung atau bubur sum-sum jagung, ternyata tidak dominan dengan bahan baku jagung untuk menu berupa serbuk (untuk bubur) atau tepung dari jagung (untuk berbagai jenis kue dsb). Demikian juga dengan panganan yang disebut roti tapioka yang harusnya dominan dengan kandungan tepung dari ubi kayu, namun diduga sangat minim kandungan tepung tapiokanya.

"Terlepas dari bagaimana unsur higienis atau sejauh mana kandungan sehatnya makanan itu, lonjakan produksi kue-kue atau roti ini jadi tampak senjang karena tak dibarengi dengan lonjakan gairah para petani sebagai sumber bahan baku pangan. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan dunia usaha," katanya agak prihatin.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut Ir Suyono MM mengakui pasokan tepung gandum dan tepung terigu sebagai bahan baku pangan aneka jenis di daerah bahkan di negeri ini, memang meningkat, sehingga menjadi salah satu masalah utama dalam prospek ketahanan pangan, baik secara nasional maupun secara lokal di daerah-daerah.

"Meningkatnya impor bahan pangan terutama gandum dan terigu, termasuk dalam tujuh isu strategis yang menjadi masalah utama dalam sub-sistem ketersediaan pangan di daerah ini. Itu sebabnya kita telah tetapkan program kerja peningkatan produksi tanaman pangan di Sumut pada 2015 ini, termasuk untuk jenis pangan kedelai dan jagung," ujar Suyono kepada SIB, tanpa merinci besaran peningkatan impor tepung itu karena bersifat pasokan nasional.

Dia menambahkan ada 9 program peningkatan produksi tanaman pangan yang meliputi kawasan dan non kawasan Gerakan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPTT) saat ini. Dari ke-9 itu antara lain meliputi tanaman jagung pada areal 5.000 hektar dan kedelai pada areal 1.700 hektar. (A04/y)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com