Orang RI Irit Belanja, Bisnis Leasing Lesu di Awal Tahun


319 view
Jakarta (SIB)- Pertumbuhan ekonomi boleh saja mencapai 5,01% pada kuartal I-2017 (Januari-Maret). Akan tetapi bila melihat lebih jauh, ada komponen yang mengalami perlambatan, bahkan kontraksi.

Salah satunya adalah terkait posisi pinjaman konsumsi dari lembaga keuangan yang tergambar dari kredit multiguna. Di mana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jenis kredit ini tidak tumbuh, bahkan terkontraksi, yakni minus 9%.

Hal tersebut terjadi pada PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance). Meski tidak sampai pada posisi negatif, namun dirasakan ada perlambatan yang cukup signifikan. Ini menandakan masyarakat semakin irit dalam berbelanja.

"Daya beli turun ya berpengaruh juga ke penjualan kendaraan bermotor, jadi pengaruh juga ke kredit multiguna dan kredit konsumsi," ujar Direktur Keuangan I Made Dewa Susila saat dihubungi, Minggu (7/5).

Dia mengatakan, penurunan daya beli juga membuat perusahaan pembiayaan harus lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga kualitas kredit dan meminimalisir kenaikan rasio kredit bermasalah.

"Menyalurkan kredit itu sama dengan nyetir mobil, ada gas dan rem, tidak harus gas terus bisa bahaya," tambah dia. (detikfinance/f)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com