Pasar Nawacita Sampali akan Jadi Pusat Pasar Buah di Sumut

* Menampung Pedagang Eks Pasar Aksara dan Jalan Sutomo

910 view
Pasar Nawacita Sampali akan Jadi Pusat Pasar Buah di Sumut
SIB/Ist
Kepala Staf Presiden Teten Masduki bersama Gubsu HT Erry Nuradi, Dirut PTPN II Teten Djaka Trizna, Bupati Deliserdang Azhari Tambunan, Ketua Laskar Nawacita Seknas Jokowi Rudi Hartawan Tampubolon beserta pejabat lainnya usai menandatangani prasasti pemban
Medan (SIB) -Pasar Tradisional Nawacita di Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara akan menjadi pusat pasar buah sekaligus tempat jual beli bahan kebutuhan pokok sehari-hari warga.

Hal ini disampaikan Ketua Koperasi Pasar Nawacita Sumut Bertholoneus Hutahuruk kepada wartawan saat meninjau bangunan pasar yang terletak sekira 500 meter dari Simpang Jalan Haji Hanif/Jalan Willem Iskandar Medan, Sabtu (26/11).

Dikatakan Hutauruk, lokasi sangat strategis di kawasan PTPN II itu dibangun di atas tanah seluas 7 hektare akan menampung buah-buahan dari berbagai daerah Indonesia sekaligus akan memacu perkembangan kebun buah di daerah ini, khususnya pada lahan-lahan tidur yang belum termanfaatkan.

"Di sini sangat banyak lahan-lahan tidur yang belum  dimanfaatkan, apalagi di lahan bekas perkebunan yang tanahnya sangat subur dan cocok untuk ditanami berbagai jenis buah-buahan. Sementara itu berbagai buah unggulan daerah lain seperti alpukat dari NTT, sudah ada yang menyatakan kesiapannya untuk mengrim ke sini, ungkap Bartholoneus Hutauruk didampingi Sekretaris Sutardi SH,  Bendahara Sukadi dan pengurus lainnya Sudiono, Broery Hotma Simbolon dan Syamsul Bahri.

Pasar tradisional Nawcita ini juga akan mampu menjawab permasalahan para pedagang eks Pasar Aksara Medan maupun pedagang yang tergusur dari Jalan Sutomo Medan. Mereka akan memdapatkam tempat yang lebih baik di sini, karena pasar akan dibuat sesuai program Nawacita Jokowi yakni nyaman, bersih, aman' manusiawi dan lainnya.

"Makanya semula akan dibangun 500 lods, namun karena minat pedagang yang tinggi, pihak pengelola memutuskan menambah lods menjadi 2000, sehingga lokasi pun diperluas dari semula 4 hektare menjadi 7 hektare. Ini sudah disetujui Dirut PTPN II Teten Djaka Triana yang  pada 17 November 2016 lalu ikut menandatangani prasasti pembangunan pasar," ungkap Hutauruk.

KENDALA
Ketika ditanya masalah kendala, Hutauruk mengungkapkan kalau soal dana tidak masalah karena pengurus dan anggota koperasi siap bergotong royong. Cuma ada masalah mental warga atau pihak yang belum siap menerima pembangunan yang akan mensejahterakan masyarakat ini.

Diungkapkannya, ada segelintir oknum yang berupaya menghalangi pembangunan. "Anehnya dia seperti menantang pimpinannya dengan membuka lahan tanam baru di sekitar lokasi pasar. Kita akan segera melaporkan hal ini kepada pak Teten," ungkapnya seraya berharap ada kesadaran oknum itu untuk menghentikan upaya menghalangi sebelum ditindak atasannya.

"Kalau dia cuma butuh lahan untuk tanam atau lainnya kenapa harus di lokasi pasar? Padahal masih banyak lokasi kosong di sekitar. Atau kenapa dia tidak berani mengambil  lahan yang sudah digarap oknum-oknum yang tidak jelas. Sementara pihak koperasi di sini hanya menyewa lahan yang tentunya menguntungkan pihak PTPN II juga," jelas Hutauruk. (R6/l)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com