Harga Cabai Mencapai Rp 100 Ribu per Kilogram

Pemprovsu Imbau Distributor Tidak Patok Harga Cabai Terlalu Tinggi


495 view
SIB/Danres Saragih
Sayur mayur : Harga cabai merah kembali melambung tinggi Rp80.000 hingga Rp1100.000 per Kg disebabkan pasokan berkurang, foto dipetik, Rabu (2/11) di Pasar Tradisional Pusat Pasar Medan.
Medan (SIB) - Operasi pasar yang dilakukan Pemprovsu pada Oktober lalu belum mampu menurunkan harga cabai. Pasalnya, harga cabai di Sumut masih mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Kali ini, Pemprovsu masih menunggu panen dari hasil tanam cabai  Oktober kemarin.

Plt Kabiro Perekonomian Pemprovsu Hj Elidawati Hasibuan mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil panen cabai yang tanam bulan Oktober semalam. "Sumut ini penyuplai cabai ke beberapa provinsi seperti Riau, Kepri, Batam. Sekarang cabai di Sumut kena serangan virus keriting dan kuning. Di Batubara saja yang terkena virus sekitar 560 ha, belum lagi daerah lain," ujarnya, Rabu (2/11).

Apakah tidak ada upaya mengambil cabai dari pulau Jawa? Elidawati menjawab, harga cabai di Jawa sekitar Rp50 ribu per kilogram. "Kalau kita beli, misalkan kita beli 1 kg, nanti yang bisa digunakan cuma 7 ons, sisanya busuk. Tidak mungkin kita jual ke pasar cabai yang tidak bagus. Kita tunggu hasil panen yang tanam bulan semalam," ungkapnya.

Saat ini, kata dia, ada 1.016 hektare pertanian masih masa tanam cabai. Kemudian disemaikan dalam waktu sebulan, baru panen. "Sekitar tiga bulan panen. Nanti Jumat kita rapat untuk menentukan apakah akan kita lakukan operasi pasar lagi atau tidak," katanya lagi.

Dari informasi yang diperoleh Elidawati, pertanian cabai yang memakai bibit hybrid hampir semua kena virus kuning dan keriting. "Pakai bibit tradisional ini yang bertahan, saya nggak tahu petani beli bibit hybrid nya itu di mana. Coba tanya ke Dinas Pertanian," imbuhnya.

Pemprovsu, kata dia, juga mengimbau distributor tidak mematok harga cabai terlalu tinggi, karena Permendag No. 64 tahun 2016, harga cabai di tingkat konsumen itu sekitar Rp29.500 dan tingkat petani Rp15 ribu. "Petani juga jangan jual lebih dari itu, karena di saat harga lagi turun Rp3 ribu lebih di tingkat petani, Bulog tetap menampung komoditi tersebut sesuai harga standarnya yakni Rp15 ribu. Karena tidak semua konsumen itu orang berada," tegasnya.
Merah Meroket di Kisaran

Harga komoditas khususnya cabai merah kian meroket di sejumlah pasar kota Kisaran hingga menembus angka Rp 100.000 per kg.

Pantauan SIB di salah satu pusat pasar, Rabu (2/11), harga cabai merah beberapa hari lalu pada kisaran harga Rp 85.000 per kg dan kini sudah mencapai level Rp 100.000 per kg. Saat ini masyarakat kota Kisaran kian resah akibat tingginya harga jual cabai merah tersebut.

"Sekira tiga hari lalu harga di pasar sekilonya Rp 85.000 per kg. Sekarang naik lagi menjadi Rp 100.000 per kg. Itu masih harga pasar, bagaimana kalau belinya di warung mungkin saja harga sekilonya lebih mahal lagi. Karena kebutuhan terpaksa beli, biasanya sekilo sekarang hanya satu ons sesuai dengan kondisi keuangan kita," ungkap V br Rajagukguk seorang IRT saat sedang berbelanja.

AKIBAT ERUPSI Sinabung
"Harga sayur mayur kembali bergerak naik akibat Gunung Sinabung kembali erupsi, sehingga tanaman sayur mayur di sekitar Gunung Sinabung menjadi rusak dan gagal panen, akibatnya pasokan sayur-mayur berkurang," kata Br Nababan salah satu pedagang sayur mayur di Pusat Pasar Medan kepada SIB, Rabu (2/11).

Kenaikan harga terjadi pada cabai merah, awalnya cabai merah sempat harganya stabil dengan harga Rp 60.000 per kg, tetapi harga itu hanya bertahan ketika Pemprovsu melakukan operasi pasar disejumlah pasar tradisional di Kota Medan.

"Sepekan yang lalu harga cabai merah masih stabil karena ada operasi pasar cabai merah dari Perekonomian Pemprovsu menjaga inflasi, tetapi operasi pasar itu hanya berlangsung tiga hari kemudian harga cabai kembali naik lagi," ujarnya.

Sementara br Purba pedagang sayur mayur di Pusat Pasar Medan mengatakan, tingginya harga sayur mayur juga berdampak penghasilan para pedagang berkurang karena pembeli juga berkurang membeli sayur mayur tersebut.

Pantauan SIB harga sayur-mayur di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, adalah cabai merah Rp80.000 per Kg, cabai rawit Rp60.000 per Kg, cabai hijau Rp40.000 per Kg, tomat Rp8.000 per Kg, bawang merah Rp24.000 per Kg, bawang putih Rp35.000 per Kg, wortel Rp6.000 per Kg, sawi putih Rp8.000 per Kg, bunga kol Rp12.000 per Kg, kentang Rp14.000 per Kg, buncis Rp10.000 per Kg, arcis Rp30.000 per Kg, kangkung Rp1.500 per ikat, sayur kol Rp4.000 per Kg, daun sup Rp10.000 per Kg, petai per ikat Rp30.000 per ikat dan andaliman Rp250.000 per Kg.

Sementara harga daging sapi Rp120.000 per Kg, ayam potong Rp26.000 per Kg, ikan dencis Rp27.000 per Kg, ikan tongkol Rp27.000 per Kg, ikan gembung Rp35.000 per Kg. (A12/D02/A14/ r)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com