RI Juara Dunia Urusan Pengembangan Startup


172 view
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan 
Jakarta (SIB)
Indonesia dinilai jadi tempat yang sangat tepat untuk melahirkan dan mengembangkan perusahaan rintisan alias startup. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan punya buktinya!

Luhut menyampaikan saat ini saja, nilai ekosistem startup di Indonesia menjadi nomor wahid di dunia. Hal itu sesuai dengan hasil publikasi The Global Startup Ecosystem Report 2020.

Dia menjabarkan berdasarkan publikasi penelitian itu, Indonesia memiliki nilai ekosistem startup mencapai US$ 26,3 miliar atau sekitar Rp 368 triliun dan potensi pendanaan awal sebesar US$ 849,5 juta atau sekitar Rp 11,89 triliun (kurs Rp 14.000).

"Berdasarkan Global Startup Ecosystem Report, Indonesia ini tempati posisi pertama dengan nilai ekosistem US$ 26,3 miliar, lalu nilai pendanaan awal sebesar US$849,5 juta dolar," ungkap Luhut dalam webinar bersama Bukalapak, Senin (8/3).

Luhut juga mengatakan dengan catatan tersebut membuat Indonesia menjadi negara peringkat ke 2 pada 100 negara dengan ekosistem startup yang berkembang di seluruh dunia.

"Indonesia juga merupakan peringkat ke dua dari top 100 emerging ecosystem untuk startup di dunia," ungkap Luhut.
Dengan adanya pengembangan ekosistem startup ini menurut Luhut bisa jadi bukti bahwa ekonomi digital akan semakin maju di Indonesia. Luhut meminta UMKM juga ikut andil dalam kemajuan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

"Saya yakin, usai pandemi nanti transformasi ke ekonomi digital akan berjalan, karena gaya hidup masyarakat berubah saat ini. Maka pesan saya UMKM juga harus didukung supaya tidak tertinggal di era industri 4,0," kata Luhut.

Masih bicara data, Luhut mengatakan sektor ekonomi digital tumbuh subur bisnisnya di tengah pandemi Corona di Indonesia. Namun dia menyayangkan, meski tumbuh, kinerjanya masih kalah dari Vietnam.

Di tanah air, ekonomi digital disebut Luhut tumbuh hingga menembus dua digit atau sekitar 11%. Pertumbuhannya masih kalah dengan Vietnam yang ekonomi digitalnya tumbuh hingga 16%.

"Di Indonesia, ekonomi digital juga berkembang dengan pesat, kita sampai dua digit, 11%, di atas Singapura dan Malaysia. Masih kalah cuma sama Vietnam dia 16%,"

Dari catatan detikcom, penelitian e-Conomy SEA tahun 2020 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11% dengan kapasitas sebesar US$ 44 miliar atau Rp 616 triliun.

Diperkirakan ekonomi digital masih akan bertumbuh hingga US$ 124 miliar pada tahun 2025 di Indonesia.
Sementara secara luas dalam lingkup regional, sektor ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020 dapat tumbuh sebanyak 5%. Dengan total gross merchandise value alias nilai pembelian dari pengguna mencapai US$ 105 miliar atau sekitar Rp 1.470 triliun (kurs Rp 14.000).

"Banyak memang sektor ekonomi kesulitan beradaptasi di tengah pandemi. Di sisi lain sektor ekonomi digital sedang mendapatkan keuntungan dari perubahan ini, di Asia Tenggara ekonomi digital berkembang dengan nilai gross merchandise value US$ 105 miliar, naik 5% selama pandemi," papar Luhut. (detikfinance/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Tag:RIStartup
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com