Resmikan Smart Instalasi Tahanan Militer

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa : Lebih Manusiawi dan Menghindari Bullying


230 view
Resmikan: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan Smart Instalasi Tahanan Militer pertama milik TNI AD di Mapomdam Jaya, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Selasa (20/4). (Foto: SIB/Baren A Siagian)
Jakarta (SIB)
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan Smart Instalasi Tahanan Militer pertama milik TNI AD di Mapomdam Jaya, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Selasa (20/4). Tahanan militer peninggalan orde baru yang dinilai tidak manusiawi lagi, kini sudah layak dipergunakan sebagai tahanan militer.

"Hari ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena untuk pertama kalinya TNI AD memiliki smart instalasi tahanan militer," kata Jenderal TNI Andika Perkasa saat meresmikan, instalasi ini disebut smart lantaran seluruh fasilitasnya berbasis Information Communication Technologies (ICT), Selasa (20/4).

Andika menegaskan, instalasi tahanan militer yang lokasinya berada di dalam Puspom TNI AD, Jakarta Pusat itu, menelan biaya sebesar Rp 100 miliar, mampu menampung sekira 83 warga atau prajurit binaan, termasuk tahanan titipan KPK, berdiri di tanah seluas 1.500 meter persegi.

Jenderal bintang empat ini mengatakan, seluruh fasilitasnya berbasis Information Communication Technologies (ICT) alias SMART. Bukan hanya itu, sambungnya, peralatan yang ada sudah diintegrasikan sedemikian rupa dengan artificial intelligence (AI), sehingga sangat aman dan sangat terkendali.

Termasuk, lanjutnya, semuanya sudah bisa diprogram dengan elektronik, sehingga bisa otomatis tidak lagi manual, pengunciannya kemudian menyalakan lampu dan sebagainya.

"Yang tadinya tidak manusiawi, sekarang sudah bagus dan sangat aman karena semua yang ada di dalam didesain sedemikian rupa mencegah vandalisme, buliying dan yang mencelakai diri sendiri," tegasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, instalasi tahanan militer yang dulunya dianggap angker dan tidak manusiawi, kini sudah berubah lebih manusiawi, tidak mungkin lagi ada bullying di dalam. Selain itu, dengan adanya instalasi tahanan militer yang SMART ini, bisa menjadikan Jakarta menjadi barometer.
Andika berharap jajaran Kodam Jaya, agar bisa memanfaatkan instalasi tahanan militer dengan semaksimal.

"Saya titip kepada pejabat Kodam Militer untuk benar-benar memanfaatkan kelebihan instalasi tahanan militer ini. Karena memang inilah yang seharusnya kita miliki, tadinya kan tidak manusiawi," ketusnya.
"Kita berharap karena kami sedang menyusun rencana, semoga kita bisa mendapatkan satu lagi tahun ini dalam hal pengadaannya ya. Kalau pengerjaannya kan membutuhkan waktu," ujar Andika.

TIDAK ADA HUBUNGAN
Sementara itu, terkait adanya tahanan titipan dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang saat ini sedang ditahan di tahanan militer dengan pembangunan instalasi niliter yang baru ini, Andika menegaskan, tidak ada hubungannya.

"Fasilitas tahanan di sini tidak ada hubungannya dengan pembangunan instalasi ini. Bahwa semua nanti ada institusi lain yang akan menitipkan kami terbuka," kata Andika.

Selain itu, Andika berharap pemerintah bisa memberikan anggaran lagi untuk pembangunan instalasi militer yang sama untuk wilayah cukup padat, prioritas di Jawa, Jawa Timur atau Jawa Barat. (H3/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com