Pasca Bencana NTT

Presiden Minta BMKG Gencarkan Peringatan Dini


160 view
 Presiden Minta BMKG Gencarkan Peringatan Dini
Istimewa
Ilustrasi BMKG
Jakarta (SIB)
Siklon Tropis Seroja telah memporakporandakan 10 kabupaten dan 1 kota di Nusa Tenggara Timur. Kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menyampaikan peringatan cuaca ekstrem secara lebih maksimal supaya masyarakat bisa lebih waspada.

"Saya minta BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari siklon tropis Seroja ini," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan bencana di NTB dan NTT, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/4).

Presiden Jokowi memerintahkan agar jajarannya melakukan antisipasi bahaya lanjutan dari cuaca ekstrem, tak hanya di NTT namun juga seluruh kawasan di Indonesia. BMKG perlu memastikan seluruh daerah dapat mengakses informasi dengan baik.

"Pastikan seluruh daerah dapat mengakses, memantau prediksi cauaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG, mereka harus tahu semuanya, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi risiko baik itu angin kencang, banjir bandang, maupun tanah longsor," kata Jokowi.

Diperbanyak
Dalam rapat itu, Jokowi meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperbanyak tempat pelayanan kesehatan untuk para korban di NTT. Jokowi menyebut tim medis harus secepatnya sampai ke lokasi bencana untuk menolong para korban.

"Saya minta Menteri Kesehatan untuk memperbanyak tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangan para korban serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta agar kebutuhan para pengungsi segera ditangani dan dipenuhi. Menurutnya, cuaca ekstrem menghambat jalannya distribusi bantuan kepada para korban.

"Saya tahu hari Minggu sudah beberapa dikirim ke NTT dan NTB. Tapi karena cuaca sangat ekstrem bantuan itu belum bisa masuk ke lokasi sampai kemarin saya lihat," ucapnya.

Dia meminta BNPB dan pemerintah setempat segera mendata titik-titik pengungsian. Hal itu perlu dilakukan agar bantuan logistik dan kebutuhan dasar para pengungsi segera terpenuhi.

"Juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK-nya," katanya.

Percepat Evakuasi
Jokowi juga memerintahkan agar proses evakuasi korban dipercepat. Alat berat agar dikerahkan ke lokasi untuk mempermudah akses ke lokasi bencana.

"Selama satu pekan terakhir cuaca ekstrem akibat siklon tropis seroja telah dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Provinsi NTT dan NTB yang mengalami dampak paling besar. Untuk itu, ada beberapa hal yang ingin saya tekankan, yang pertama percepatan proses evakuasi pencarian dan penyelamatan korban yang belum ditemukan," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta petugas di lapangan ditambah. Hal itu supaya petugas dapat menjangkau daerah terdampak bencana secara lebih luas.

"Saya minta Kepala BNPB, Kepala Basarnas dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya mengerahkan tambahan personel SAR, sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak, termasuk wilayah terisolir dan berbagai gugus pulau di NTT Pulau Alor, Pulau Padar dan pulau-pulau lainnya untuk melancarkan proses evakuasi pencarian dan penyelamatan korban," tutur dia.

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta Kementerian PUPR menerjunkan alat berat untuk membuka akses jalan sehingga daerah terdampak bencana bisa diakses dengan baik.

"Saya minta kepada juga menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat dan jika jalur darat masih sulit ditempuh, saya juga minta dipercepat pembukaan akses melalui laut maupun udara," kata dia. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com