Minggu, 23 Juni 2024 WIB
Rusuh di Wamena Papua:

10 Tewas, 18 Anggota TNI-Polri Luka

Redaksi - Sabtu, 25 Februari 2023 09:08 WIB
303 view
10 Tewas, 18 Anggota TNI-Polri Luka
(Foto: CNN)
KERUSUHAN WAMENA: Tampak kepulan asap dari bangunan yang dibakar oleh masyarakat di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Kebakaran tersebut terjadi akibat isu penculikan anak yang menyebabkan sejumlah warga memba
Wamena (SIB)
Kerusuhan pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan ada 18 orang personel TNI dan Polri yang terluka.
"Atas insiden di Wamena, korban luka-luka dari aparat ada 18 orang, yang 16 di antaranya terkena lemparan batu dan 2 orang terkena panah, yakni 1 perwira polisi dan 1 anggota TNI. Dan ini sudah kita minta untuk segera ditangani," ujar Fakhiri.
Fakhiri mengatakan ada 10 orang yang tewas dan 14 warga mengalami luka-luka. Dia mengatakan ada 13 rumah yang dibakar saat kerusuhan pecah.
"Jadi 10 korban jiwa ini dua di antaranya merupakan korban dari pada amukan massa perusuh. Lalu delapan orang lainnya merupakan massa perusuh," katanya.
Fakhiri menegaskan situasi di Wamena mulai kondusif. Aparat TNI dan Polri disiagakan melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
"Mulai dari awal korban hoax, lalu ada yang memicu dan memancing untuk terjadi kericuhan di tempat, kemudian nanti kita akan tangani pembakarannya dan juga kita tangani sejumlah korban baik yang meninggal dan korban luka-luka," ujarnya.


Minta Maaf
Irjen Mathius D Fakhiri meminta maaf atas kerusuhan tersebut. Fakhiri juga menyatakan turut berdukacita atas tewasnya 10 orang dalam kerusuhan itu.
"Selaku Kapolda Papua menyampaikan turut berdukacita dan permohonan maaf atas jatuhnya korban yang cukup banyak di Kota Wamena akibat kericuhan yang berdampak pada kerusuhan," ujar Fakhiri di Timika, Papua Tengah.
Fakhiri berharap kerusuhan yang dipicu informasi hoax tentang penculikan anak ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia berharap tidak ada lagi hal-hal serupa terjadi di waktu yang akan datang.
"Kita ketahui kejadian kemarin di Wamena bermula dari pada informasi hoax yang menyampaikan ada penculikan terhadap anak di bawah umur, anak SD yang memang direspons anggota Polres Jayawijaya untuk segera menangani," terangnya.
Fakhiri menegaskan selama ini telah memerintahkan seluruh jajaran Polres untuk merespons cepat apabila menemukan isu-isu seperti ini. Bahkan ia juga mengaku meminta jajarannya mampu memberikan pencerahan dan penjelasan kepada masyarakat.
Dia pun menyayangkan sikap massa yang tak mengindahkan permintaan Kapolres Jayawijaya pada saat dilakukan dialog. Bahkan saat dialog berlangsung terjadi provokasi. Terlepas dari hal tersebut, Fakhiri menegaskan situasi di Wamena sudah berangsur pulih.


Kronologi Kerusuhan
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan kronologi kerusuhan. Kejadian bermula adanya mobil penjual kelontong yang dihentikan dua warga di Sinakma, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Kamis (23/2) pukul 12.30 WIT.
Mobil dihentikan lantaran dicurigai melakukan penculikan anak. Menerima informasi itu, Kapolres Wamena pun menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk bernegosiasi dengan massa dan kemudian meminta permasalahan ini diselesaikan di Polres.
Pada saat negosiasi terjadi di Polres Wamena, lanjut Benny, ada sekelompok massa yang berteriak dan kemudian menyerang anggota polisi. Hal ini lantas memicu adanya perlawanan massa dengan aparat kepolisian.
"Hal itu kemudian direspons dengan meminta penebalan pasukan dari BKO Brimob dan Kodim. Dari sana kemudian chaos tak bisa dihindarkan lagi," ujar Benny.
Tak hanya menyerang petugas, massa juga melakukan pembakaran terhadap kios-kios milik warga di Sinakma hingga masyarakat di sekitar pun ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri. Saat ini polisi dibantu TNI masih siaga melakukan pengamanan.


Baca Juga:
Isu Penculikan Anak
Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut, saat ini orang yang diduga menculik anak sudah diamankan di Polres.
"Ini masyarakat juga mencoba masuk ke Polres dengan tuntutan orang yang diduga menculik anak tersebut dikeluarkan. Jadi ada keinginan massa menghakiminya. Hal itu juga malah masyarakat menyerang polisi," kata Benny.
Benny menambahkan pihaknya tengah mendalami informasi tentang penculikan anak tersebut. Pihaknya berharap agar masyarakat bisa menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian.
"Jadi ini awalnya lantaran masyarakat melihat seorang pria yang berada di dalam sebuah mobil diduga sebagai penculik anak. Nah ini perlu kita buktikan benar atau tidak. Saya juga belum tahu jumlah mereka didalam mobil berapa orang. Masih menunggu informasi dari Kapolres," ujarnya.
Lebih lanjut, Benny menyebut anggota masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kerusuhan kembali terjadi. Dia juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas otak pelaku kerusuhan ini.
"Hingga saat ini Aparat keamanan masih siaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan masyarakat di Wamena dan Forkompimda saat ini sedang melakukan pertemuan untuk membahas penanganan akibat kejadian tersebut," katanya.
"Polres Jayawijaya akan menindak tegas siapa saja yang bertanggung jawab terjadinya kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban," tambahnya. (detikcom/d)



Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Papua: 4 Pekerja Tower BTS Disandera KKB Sudah Bersama Masyarakat
Kapolda Papua Duga Ada Pejabat Daerah Bantu KKB
Kapolda Papua Duga Elkius Kobak Dalang Penembakan Dandim dan Anggotanya
Saat Festival Imlek, Penembakan Massal Terjadi di Monterey Park AS, 10 Tewas
SD-Puskesmas Dibakar Teroris, Polri Akan Bersihkan KKB dari Puncak Papua
komentar
beritaTerbaru