11 Siswa Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai di Ciamis Jabar


163 view
11 Siswa Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai di Ciamis Jabar
ANTARA/Adeng Bustomi
Petugas tim SAR dari BPBD Ciamis dengan dibantu warga membawa kantong jenazah korban tenggelam di Sungai Cileuer, Desa Utama, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat, 15 Oktober 2021. Sebanyak 11 siswa MTS Harapan Baru tewas tenggelam dan dua orang kritis saat menjalani kegiatan pramuka susur sungai. 
Bandung (SIB)
Sebanyak 11 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Harapan Baru, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tewas tenggelam di Sungai Cileueur saat kegiatan susur sungai, Jumat (15/10).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung menyampaikan tim gabungan pencarian menemukan dua korban terakhir sehingga totalnya menjadi 11 orang.

Adapun total siswa yang tenggelam dalam kegiatan susur sungai tersebut yakni 21 orang. Sebanyak 10 orang dinyatakan selamat dan 11 orang lainnya meninggal dunia.

"Sampai saat ini tim masih standby di lokasi guna melakukan koordinasi intens dengan pihak kepolisian, pihak sekolah dan pihak keluarga korban untuk memastikan tidak ada lagi laporan adanya siswa/siswi yang belum ditemukan," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah melalui keterangan tertulis.

Deden menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, sebanyak 150 orang siswa/siswi MTs Harapan Baru Ciamis melakukan kegiatan susur sungai atau bersih-bersih sungai. Namun dalam kegiatan itu, beberapa siswa/siswi tenggelam di lokasi Leuwi Ili.

Berikut daftar nama korban meninggal: Aldo, Fatah, Candra Rizki, Alfian, Khansa, Dea Rizki, Aditya, Kafka, Fahrur, Fadzri dan Siti Zahra.

CUACA BAGUS
Deden juga menyebutkan cuaca saat kejadian bagus dan tidak ada banjir bandang. Anak-anak yang tenggelam itu saling berpegangan. Salah satu dari mereka terpeleset dan yang lain mengikuti.

Penduduk setempat dan tim penyelamat menyelamatkan 10 siswa, yang dikirim ke rumah sakit terdekat. Semua korban ditemukan dan pencarian berakhir Jumat malam.

Para siswa tersebut tampaknya tidak memakai pelampung. Beberapa laporan mengatakan mereka mencoba menyeberangi sungai, yang populer untuk arung jeram dan tubing, ketika mereka terjatuh.

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu, serta bekerja untuk memastikan acara tersebut dipertanggungjawabkan.

Para siswa melakukan kegiatan penyusuran sekaligus membersihkan tepi sungai, meskipun sebelumnya terdapat peringatan resmi dari badan mitigasi bencana nasional.

Susur sungai dilarang untuk anak-anak dan remaja selama musim hujan, yang dimulai pada akhir November.
Pada Februari tahun lalu, 10 anggota pramuka tewas setelah tersapu banjir bandang yang juga menyebabkan puluhan orang lainnya terluka. (CNNI/VOAI/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com